Kamis, 18/12/2025 16:49 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Program Revitalisasi Sekolah yang dilaksanakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemdikdasmen) sudah mencapai tahap akhir, sejak dimulai pada awal tahun. Mendikdasmen Abdul Mu`ti menyebut progresnya hampir mencapai 100 persen.
"Tahun ini secara nasional pemerintah mengalokasikan anggaran revitalisasi, baik untuk renovasi maupun pendirian sekolah baru, sebesar Rp16,9 triliun untuk 16.175 satuan pendidikan," kata Mendikdasmen saat meresmikan revitalisasi TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin, Kudus, Jawa Tengah.
"Alhamdulillah, progresnya telah mencapai 99 persen dan sebagian besar sudah selesai 100 persen. Tinggal menunggu peresmian, termasuk yang kita resmikan hari ini," dia menambahkan.
Mendikdasmen menyampaikan bahwa revitalisasi satuan pendidikan merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto sebagai ikhtiar untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional sejak usia dini, dalam rangka membangun generasi indonesia yang unggul dan hebat.
Selain perbaikan sarana fisik, Mendikdasmen juga menyoroti program digitalisasi pembelajaran melalui penyediaan Interactive Flat Panel (IFP). Dia menilai pemanfaatan teknologi pembelajaran mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menyenangkan bagi anak-anak.
Kemdikdasmen Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Provinsi Sultra
Kemdikdasmen Luncurkan Program Pelatihan Pendidikan Inklusif bagi Guru
Mendikdasmen Resmikan 26 Kelas Darurat di Sumatra Barat
"Tadi saya melihat langsung anak-anak belajar dengan gembira dan ceria. Anak-anak bisa bergerak, belajar sambil bermain," dia menambahkan.
Menteri Mu`ti juga menekankan komitmen pemerintah dalam memperkuat pendidikan anak usia dini melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun yang dimulai dari taman kanak-kanak.
Dukungan tidak hanya diberikan dalam bentuk sarana prasarana, tetapi juga bantuan langsung kepada peserta didik berupa Program Indonesia Pintar (PIP) untuk jenjang TK.
"Mulai tahun 2026, anak-anak TK juga akan menerima Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp450 ribu. Program ini menjangkau sekitar 888 ribu peserta didik TK di seluruh Indonesia," kata Mendikdasmen.