Pakar Peringatkan Ancaman Penyakit Kulit bagi Pengungsi Bencana

Selasa, 16/12/2025 17:40 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Penyakit kulit menjadi risiko yang mengintai para korban bencana di pengungsian. Kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan padat penghuni membuat para pengungsi rentan mengalami berbagai infeksi kulit.

Akademisi Fakultas Kedokteran Institut Pertanian Bogor (FK IPB), dr. Widya Khairunnisa Sarkowi, mengatakan bahwa paparan air banjir yang tercemar merupakan pemicu utama maraknya keluhan kesehatan kulit setelah bencana.

"Air banjir biasanya bercampur lumpur, sampah rumah tangga, kotoran, hingga bangkai. Kombinasi ini sangat ideal untuk menimbulkan penyakit kulit, terutama ketika warga terpapar dalam waktu lama," kata Widya dikutip dari laman resmi IPB University pada Selasa (16/12).

Menurut dr Widya, temuan dari berbagai negara yang kerap mengalami banjir menunjukkan pola yang sama. Kasus penyakit kulit selalu meningkat pada fase tanggap darurat. Pola serupa juga sering terlihat di banyak lokasi banjir di Indonesia.

"Yang paling sering muncul adalah dermatitis kontak, infeksi jamur, dan infeksi bakteri. Ini menjadi pola umum pascabencana," ujar dia.

Dia menerangkan bahwa keluhan dermatitis kontak biasanya ditandai kulit merah, gatal, dan perih akibat paparan air banjir atau bahan pembersih.

Infeksi jamur seperti kurap pada badan, selangkangan, dan sela jari kaki juga kerap ditemukan. Sementara infeksi bakteri seperti impetigo, folikulitis, dan selulitis banyak muncul pada warga dengan luka terbuka.

Tidak jarang, korban banjir juga mengalami luka traumatik akibat tersayat puing atau benda tajam selama proses evakuasi. Luka tersebut mudah terinfeksi karena kondisi lingkungan yang lembap dan tidak higienis.

Widya juga menekankan bahwa sejumlah gejala infeksi kulit tidak boleh diabaikan, terutama ketika infeksi mulai menunjukkan tanda serius.

"Kulit yang memerah luas, bengkak, hangat, atau terasa sangat nyeri dapat menandakan infeksi yang semakin dalam. Jika luka tampak memburuk, mengeluarkan nanah, berbau, atau disertai demam, warga harus segera mencari pertolongan medis," kata dia.

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA