Soda Diet Tingkatkan Risiko Stroke dan Demensia hingga 300 Persen

Senin, 15/12/2025 04:01 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Penggunaan soda diet sebagai pengganti soda biasa tak sepenuhnya menjadi solusi. Sebab, spesialis otak dan sistem saraf, Dr. Clint Steele, menyebut kebiasaan mengonsumsi soda diet meningkatkan risiko stroke dan demensia.

Dikutip dari Daily Star pada Minggu (14/12), Clint melacak dan meneliti kebiasaan makan dan minum sekelompok orang selama tujuh tahun, dan melihat siapa saja yang mengalami stroke dan demensia.

Dia kemudian menemukan bahwa orang yang mengonsumsi soda diet setiap hari, memiliki peningkatan risiko stroke sebesar 300 persen. Sementara peningkatan risiko demensia juga terjadi sebesar 290 persen.

"Sebagai gantinya, gantilah dengan minuman sehat seperti air dan teh. Anda tidak membutuhkan minuman manis ini," kata Clint.

"Soda sama berbahayanya, tetapi yang kita lihat dalam penelitian adalah soda diet dan bahan kimia yang digunakan sebagai pemanis lebih berbahaya," dia menambahkan.

Penemuan ini cukup mengejutkan mengingat soda diet kerap kali dipilih karena diklaim bebas kalori, meskipun tetap menggunakan pemanis buatan seperti aspartam, sukralosa, dan stevia sebagai pengganti gula.

Selain itu, karbonasi dalam soda diet juga memberikan kepuasan tanpa gula, sehingga mencegah lonjakan gula daerah. Dalam beberapa studi sebelumnya juga menunjukkan bahwa penggantian soda biasa dengan soda diet dapat mengurangi lemak hati.

"Meskipun Anda meminumnya beberapa kali seminggu, tetap saja berbahaya. Hentikan kebiasaan itu," ujar Clint.

Keyword: 

TERKINI
Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam