Sabtu, 29/11/2025 17:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kopi nampaknya telah menjadi bagian penting dari rutinitas banyak orang, mulai dari pembuka hari, teman kerja, hingga ritual bersantai. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa beberapa jenis makanan justru kurang cocok dikonsumsi bersamaan dengan kopi.
Kombinasi yang keliru bisa menurunkan penyerapan nutrisi, mengganggu pencernaan, bahkan memicu efek samping yang tak nyaman. Berikut rangkuman komprehensif tentang lima jenis makanan yang sebaiknya tidak disandingkan dengan kopi, lengkap dengan alasannya.
Beberapa vitamin B, terutama B6 dan B12, lebih sulit diserap jika tubuh terpapar kafein dalam jumlah tinggi. Karena itu, makanan seperti telur, ikan, dan daging merah sebaiknya tidak langsung diikuti dengan kopi.
2. Makanan fFrmentasi
Enam Makanan Alami yang Disebut Baik untuk Kesehatan Hati
8 Makanan Tinggi Purin yang Paling Cepat Picu Asam Urat, Ini Daftarnya
5 Makanan Paling Ikonik yang Cuma Muncul di Momen Lebaran
Makanan seperti kimchi, tempe mentah, atau yogurt fermentasi dapat memproduksi gas lebih banyak jika dipadukan dengan minuman asam seperti kopi. Kombinasi ini rentan memicu kembung atau ketidaknyamanan perut.
3. Makanan Tinggi Zat BesiMakanan tinggi zat besi seperti bayam atau kacang-kacangan sebaiknya tidak dikonsumsi bersama kopi karena kafein dan polifenol dapat menurunkan penyerapan nutrisinya. Oleh sebab itu, jeda konsumsi diperlukan agar tubuh tetap mendapatkan manfaat zat besi secara maksimal.
Hubungan antara kopi dan makanan pedas pun tak kalah penting karena keduanya dapat memicu iritasi lambung. Alhasil, risiko heartburn meningkat terutama bagi mereka yang memiliki gangguan pencernaan.
5. Makanan Berlemak dan GorenganGorengan dan makanan berlemak juga tidak bersahabat dengan kopi karena kombinasi keduanya membuat pencernaan bekerja lebih berat. Dampaknya dapat berupa rasa kembung hingga tidak nyaman setelah makan.
Konsumsi kopi bersama alkohol berpotensi menimbulkan efek yang saling bertentangan karena kafein bersifat stimulan sementara alkohol bersifat depresan. Kondisi ini dapat membingungkan sistem tubuh dan meningkatkan risiko dehidrasi maupun jantung berdebar.