Senin, 10/11/2025 13:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Setiap 10 November, Indonesia memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang perjuangan rakyat Surabaya melawan penjajah. Tapi, apakah negara lain juga punya hari yang serupa? Iya, meski dengan nama dan makna berbeda.
Di Amerika Serikat, ada Veterans Day yang diperingati setiap 11 November untuk menghormati para mantan prajurit yang berjasa dalam perang. Hari ini diisi dengan upacara militer dan penghormatan di taman makam pahlawan.
Sementara di Inggris dan negara-negara Persemakmuran, dikenal Remembrance Day. Setiap orang mengenakan bunga poppy merah sebagai simbol penghormatan bagi tentara yang gugur di Perang Dunia.
Di Korea Selatan, ada Memorial Day yang jatuh setiap 6 Juni. Masyarakat menundukkan kepala sejenak untuk mengenang para pejuang yang gugur membela negara.
PCTA Indonesia-Polri Satukan Semangat Nasionalisme Lewat Konser dan Pameran
Sekjen DPR Ajak ASN Maknai Hari Pahlawan dengan Kiprah Nyata di Era Digital
Ini Lima Tokoh Muslim Pejuang Kemerdekaan Indonesia
Jepang punya Memorial Service for the War Dead, sebuah upacara nasional yang digelar setiap 15 Agustus untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia II dan mengenang para korban perang.
Filipina pun memiliki Araw ng Kagitingan atau “Hari Keberanian” setiap 9 April, mengenang pertempuran Bataan saat melawan penjajah Jepang.
Setiap negara memiliki cara berbeda dalam menghormati pahlawan mereka. Ada yang berfokus pada militer, ada pula yang menyoroti pahlawan kemanusiaan dan kemerdekaan.
Yang menarik, beberapa negara modern kini memperluas makna pahlawan. Tak hanya pejuang bersenjata, tapi juga tenaga medis, relawan, dan aktivis sosial. Jadi, meski nama dan tanggalnya berbeda, semangat Hari Pahlawan ternyata universal di berbagai belahan dunia.