Selasa, 04/11/2025 13:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com - DPR RI akan membahas permasalahan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) atau Whoosh dengan mengkaji keputusan-keputusan yang dilakukan oleh pemerintahan pada periode lalu.
Hal itu sebagaimana diutarakan Ketua DPR RI Puan Maharani usai rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11).
Politikus PDIP ini juga menjelaskan bahwa DPR RI akan memanggil pemerintah yang terkait dengan urusan kereta cepat tersebut.
Ketua DPR: Layanan Infrastruktur Pendidikan yang Merata Hak Dasar Anak
Berpotensi Merusak, KCIC Kecam Penumpang Tahan Pintu Whoosh
Pencuri Kabel Grounding Jalur Whoosh Divonis 1 Tahun Penjara
"Ini kan harus dibahas bersama dengan pemerintah, bagaimana secara teknis dan bagaimana kondisi keuangan dulu dan saat ini," kata Puan.
Pemerintah, dilanjutkan dia, juga perlu menjelaskan potensi yang akan terjadi ke depannya terkait masalah Whoosh, serta sikap atas permasalahan itu. Jangan sampai, kata dia, terjadi kerugian negara yang berlarut-larut akibat Whoosh.
"Dan sikap pemerintah sekarang akan di-apakan? Supaya jangan sampai terjadi kerugian negara," kata dia.
Dalam pidato di rapat paripurna, Puan pun menyatakan permasalahan Whoosh masuk dalam daftar DPR RI untuk fungsi pengawasan yang akan dijalankan pada masa persidangan ini.
Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dugaan tindak pidana korupsi terkait proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sudah masuk tahap penyelidikan.
"Saat ini sudah pada tahap penyelidikan ya," ujar Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu kepada para jurnalis di Jakarta, Senin.
Adapun mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, mengungkapkan ada dugaan tindak pidana korupsi dalam bentuk penggelembungan anggaran atau mark up di proyek Whoosh.