Senin, 03/11/2025 16:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kota Semarang tidak hanya dikenal sebagai “Kota Atlas”, namun juga mengusung beragam julukan lain yang merekam sejarah, budaya, dan karakter kota ini. Julukan-julukan tersebut menggambarkan sisi kuliner, pelabuhan, hingga lanskap kanal yang unik.
Salah satu julukan yang paling populer untuk ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini adalah “Kota Lumpia” karena makanan khasnya, Lumpia Semarang. Lumpia ini berasal dari perpaduan budaya Jawa dan Tionghoa, simbol toleransi dan akulturasi yang hidup di Semarang.
Selain itu, Semarang juga dijuluki “Venetie van Java” atau “Venesia dari Jawa”, karena letaknya di pesisir dengan banyak sungai dan kanal yang mengalir di tengah kota. Suasanya mengingatkan lanskap kota Venesia di Italia.
Julukan lainnya adalah “The Port of Java”, yang muncul karena kota ini memiliki pelabuhan strategis yakni Pelabuhan Tanjung Emas yang menghubungkan perdagangan dan aktivitas maritim dari zaman kolonial hingga kini.
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem di Wilayah Pantai Selatan Jateng
Gubernur: 1,3 Juta Kendaraan Masuk ke Wilayah Jateng saat Arus Mudik
Remaja di Semarang Ceburkan Diri ke Sumur Selama 7 Jam
Sebutan tersebut mengingatkan bahwa Semarang sejak dulu bukan hanya kota administratif tetapi juga pusat aktivitas ekonomi dan pelayaran.
Tak kalah penting adalah julukan “Kota Jamu”, yang muncul karena Semarang pernah menjadi basis perusahaan jamu besar di Indonesia seperti Cap Nyonya Meneer dan Jamu Jago. Julukan ini mengangkat budaya tradisional dan industri lokal yang juga menjadi bagian dari identitas kota.
Dengan demikian, julukan-julukan Semarang hadir bukan sekadar slogannya belaka, melainkan menyerap nilai sejarah, sosial, dan ekonomi kota. Maka ketika kita menyebut Semarang sebagai Kota Lumpia, Kota Jamu, Venetie van Java atau The Port of Java, kita turut mengenal kota ini secara lebih luas. (*)