Asal-usul Semarang Dijuluki Kota Atlas

Senin, 03/11/2025 14:08 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Semarang memiliki banyak julukan, mulai dari Kota Lumpia, Venice van Java, hingga Kota Atlas. Namun, julukan “Kota Atlas” yang disematkan pada ibu kota Provinsi Jawa Tengah ini terasa paling unik karena di antaranya menyimpan makna simbolik yang dalam.

Bagi sebagian orang atau sebagian wisatawan mungkin bertanya, kenapa Semarang disebut Kota Atlas? Jawabannya ternyata tidak tunggal. Banyak orang mungkin mengira kata “Atlas” merujuk pada buku peta, padahal maknanya lebih filosofis dan berakar pada sejarah panjang Semarang.

Dalam buku Fakta di Balik Julukan Nama Kota di Indonesia karya Dodi Mawardi, disebutkan bahwa Atlas yang disematkan pada Semarang merupakan singkatan dari Aman, Tertib, Lancar, Asri, dan Sehat. Semboyan ini diperkenalkan pada era Gubernur Jawa Tengah Muhammad Ismail pada 1980-an sebagai bentuk visi kota yang modern, tertata, dan berwawasan lingkungan.

Seiring waktu, slogan itu menjelma menjadi identitas yang melekat pada Semarang hingga kini. Bagi warganya, Atlas bukan hanya singkatan, tetapi juga cita-cita bersama untuk menciptakan kota yang aman dan nyaman untuk semua.

Namun, versi lain menyebutkan bahwa julukan ini sudah muncul lebih awal, bahkan sejak masa penjajahan Belanda. Kala itu, Semarang menjadi pusat percetakan dan penerbitan besar bernama N.V. Boekhandel en Drukkerij v/h G.C.T. van Dorp & Co., yang dikenal memproduksi atlas dan peta navigasi laut.

Keberadaan penerbit tersebut membuat kota ini dikenal luas sebagai tempat lahirnya berbagai peta penting bagi pelaut dan penjelajah Eropa. Karena itu, tak sedikit yang percaya bahwa sebutan “Kota Atlas” juga berakar dari reputasi historis itu.

Selain sejarahnya yang panjang, Semarang juga dikenal sebagai kota dengan warisan budaya yang kuat. Bangunan kolonial seperti Lawang Sewu dan kawasan Kota Lama menjadi saksi bisu perkembangan kota yang kini berusia hampir lima abad ini.

Kekayaan sejarah itu berpadu dengan kehidupan modern dan pariwisata yang terus tumbuh. Dari panorama alam, wisata religi, hingga kuliner legendaris seperti lumpia, Semarang selalu menawarkan pengalaman yang tak pernah habis untuk dieksplorasi.

Kini, makna “Kota Atlas” tak lagi sekadar slogan masa lalu. Julukan ini terus bertransformasi menjadi simbol harapan tentang keteraturan, keindahan, hingga kesehatan kota yang terus beradaptasi dengan zaman tanpa kehilangan jati dirinya. (*)

TERKINI
Menko PM: MBG Penggerak Ekosistem Ekonomi Lokal dari Desa hingga Nasional Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional Ranny Fahd Arafiq Diganjar Srikandi Milenial Inspiratif di KWP Awards 2026 Polda Metro Pastikan Proses Hukum Berjalan Terkait Fahd El Fouz A Rafiq