Tiga Planet Seukuran Bumi Ditemukan di Sistem Bintang Ganda TOI-2267

Minggu, 02/11/2025 23:50 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Selama puluhan tahun, para astronom meyakini bahwa planet sulit terbentuk di sistem bintang ganda. Dua bintang yang saling tarik-menarik dengan gravitasi ekstrem dianggap terlalu kacau untuk memungkinkan orbit planet yang stabil.

Namun, penelitian terbaru justru membalik pandangan itu. Sebuah tim astronom menemukan tiga planet seukuran Bumi yang mengorbit dua bintang dalam sistem TOI-2267, yang berjarak sekitar 190 tahun cahaya dari Bumi.

Sistem bernama TOI-2267 ini, termasuk kategori bintang ganda kompak, di mana dua bintangnya saling mengitari dengan jarak sangat dekat. Biasanya, kondisi seperti ini membuat pembentukan planet hampir mustahil.

Namun hasil analisis tim yang dipimpin Sebastián Zúñiga-Fernández dari Universitas Liège ini menunjukkan formasi langka.

“Analisis kami menunjukkan susunan planet yang unik: dua planet melintas di satu bintang, dan planet ketiga melintas di bintang pasangannya,” kata Zúñiga-Fernández.

“Ini menjadikan TOI-2267 sebagai sistem bintang ganda pertama yang diketahui memiliki planet transit di kedua bintangnya.”

Penemuan ini berawal dari data Teleskop Luar Angkasa TESS, yang mendeteksi penurunan kecil cahaya bintang, yakni tanda planet transit. Sinyal ini dikonfirmasi dengan software SHERLOCK, dan observasi lanjutan dilakukan menggunakan teleskop robotik SPECULOOS dan TRAPPIST, yang fokus pada bintang redup dan dingin tempat planet berbatu sering tersembunyi.

Observasi lanjutan dilakukan lewat jaringan teleskop robotik SPECULOOS dan TRAPPIST, yang dirancang khusus untuk mengamati bintang redup dan dingin, lingkungan ideal bagi planet berbatu kecil.

Menurut Francisco J. Pozuelos, salah satu penulis studi, sistem ini “memecahkan banyak rekor,” termasuk sebagai pasangan bintang paling kompak dan paling dingin yang diketahui memiliki planet.

“Penemuan kami memecahkan beberapa rekor, karena ini adalah pasangan bintang paling kompak dan paling dingin yang diketahui memiliki planet, sekaligus yang pertama di mana planet tercatat melintas di kedua komponennya,” kata Francisco.

Sekitar setengah bintang mirip Matahari di galaksi kita berada dalam sistem ganda. Maka, temuan ini membuka peluang besar bagi pencarian planet mirip Bumi di tempat-tempat yang sebelumnya dianggap “mustahil.”

Menurut Francisco J. Pozuelos, sistem ini adalah laboratorium alami untuk memahami bagaimana planet bisa bertahan di tengah tarikan gravitasi ekstrem.

Meskipun terlalu jauh untuk dikunjungi, para astronom kini menargetkan Teleskop James Webb dan teleskop darat generasi baru untuk mengukur massa, kepadatan, dan kemungkinan atmosfer ketiga planet tersebut.

Penemuan ini juga menunjukkan bagaimana kombinasi teleskop luar angkasa dan darat membantu menemukan planet di tempat yang tak terduga. Studi lengkap telah dipublikasikan di jurnal Astronomy & Astrophysics. (*)

Sumber: Earth

TERKINI
Kemendikdasmen Jamin Tak Ada Celah Jual Beli Kursi SPMB 2026 Tiga Warga AS Tewas Akibat Terpapar Zat Misterius Prabowo: Kecurangan Ekspor Selama 34 Tahun Rugikan Negara Rp15.400 Triliun Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum