Rabu, 29/10/2025 14:26 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Media sosial kembali diramaikan dengan kemunculan istilah gaul baru dari kalangan Gen Z: “Six Seven.”
Meski terdengar seperti angka biasa, istilah ini justru menjadi bahan candaan absurd yang ramai digunakan di platform seperti TikTok, X (Twitter), dan Instagram.
Awalnya, banyak warganet kebingungan dengan arti kata tersebut. Namun setelah ditelusuri, “Six Seven” ternyata tidak memiliki makna khusus. Justru karena tidak bermakna inilah istilah itu menjadi lucu dan viral, sebuah bentuk humor khas Gen Z yang sering kali tidak masuk akal, tapi tetap menghibur.
Dalam berbagai unggahan, istilah “Six Seven” digunakan secara acak. Misalnya untuk menanggapi komentar yang terlalu serius, pengguna lain akan menulis, “bro, six seven,” seolah itu adalah kalimat pamungkas untuk menutup percakapan dengan gaya kocak.
PM Inggris Desak Instagram dan TikTok Hapus Fitur Scroll Tak Terbatas
20 Ucapan HUT TNI AU, Cocok Dibagikan di Media Sosial
BRIN: Benda Langit Misterius di Lampung Sampah Antariksa
Menurut sejumlah pengamat budaya digital, tren seperti ini mencerminkan cara Gen Z berhumor di dunia maya. Mereka gemar menciptakan lelucon tanpa konteks, bermain dengan bahasa, dan menertawakan hal-hal yang justru tidak memiliki arti.
“Fenomena seperti `Six Seven`menunjukkan betapa dinamisnya budaya internet. Gen Z tidak butuh alasan logis untuk tertawa. Mereka menikmati keanehan itu sendiri,” kata seorang warganet di unggahan viral di X.
Tren “Six Seven” pun menambah daftar panjang bahasa gaul generasi muda yang lahir dari dunia maya, menyusul istilah seperti “delulu”, “rizz”, dan “slay.” Bedanya, kali ini maknanya benar-benar nihil, sebuah simbol humor absurd yang menggambarkan betapa fleksibelnya komunikasi di era digital.
Meski mungkin hanya bertahan sementara, “Six Seven” menjadi bukti bahwa kreativitas Gen Z dalam menciptakan bahasa tak pernah habis. Di era ketika hal acak bisa mendadak viral, satu hal yang pasti: bagi Gen Z, bahkan sesuatu yang tak berarti pun bisa jadi bahan tertawaan bersama.