Selasa, 21/10/2025 19:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Prabowo memaparkan rencananya membangun tanggul laut raksasa sepanjang 636 kilometer di pantai utara (Pantura) Jawa, untuk melindungi sekitar 50 juta penduduk dari ancaman kenaikan air laut.
Prabowo menyampaikan hal ini pada Sidang Kabinet Paripurna (SKP) pada satu tahun pemerintah Prabowo-Gibran, di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10) kemarin.
"Dan bila perlu di tempat lain. Kita juga sudah mulai persiapan untuk membangun 535 km panjang tangguh laut di pantai utara Jawa. Ini untuk menyelamatkan 50 juta penduduk," kata Prabowo, sebagaimana dikutip dari laman resmi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Menurut dia, kenaikan permukaan air laut terjadi setiap tahun di kawasan Pantura, yang menjadi pusat aktivitas ekonomi, industri, serta kawasan pertanian subur.
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Wamenhaj: Intruksi Presiden, Kenaikan Harga Avtur Tak Bebankan Jemaah Haji
Kejagung Serahkan Rp11,42 Triliun ke Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Selain kawasan industri, sawah-sawah produktif yang menjadi lumbung pangan nasional juga terancam jika tanggul laut tidak segera dibangun.
Prabowo memaparkan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab negara dalam melindungi rakyat dan aset strategis bangsa.
"Dan puluhan ribu hektare sawah-sawah yang subur juga di situ harus kita selamatkan. Saudara-saudara saya kira itu capean-capean yang saya sampaikan. Dan ini menunjukkan saudara-saudara bahwa kita berada di jalan yang benar," kata dia. (Ajeng/MAG)