Minggu, 28/09/2025 19:19 WIB
London, Jurnas.com - Liverpool mengakhiri tren selalu menang dalam lima pertandingan terakhir Liga Premier, usai ditekuk oleh Crystal Palace 2-1 saat kedua tim bertemu pada Sabtu (27/9) malam.
Ismailia Sarr membuka keunggulan bagi tim tuan rumah sejak menit ke-9. Setelah berbagai peluang datang silih berganti, namun kiper The Reds, Alisson Becker, sukses melakukan penyelamatan gemilang.
Babak kedua, giliran Liverpool yang berbalik menekan. Ambisi mencetak gol penyeimbang hadir melalui Federico Chiesa pada menit ke-87. Sayangnya, Eddie Nketiah membawa Palace menang 2-1 pada detik-detik akhir.
Usai laga, manajer Arne Slot mengakui bahwa timnya tidak bermain bagus dalam bertahan. Bahkan, The Reds bisa saja kalah telak dengan skor yang lebih besar.
Minim Menit Bermain, Robertson Pilih Hengkang dari Liverpool Musim Depan
Arne Slot Yakin Liverpool Bisa Bungkam PSG di Leg Kedua UCL
Nasib Arne Slot di Liverpool Ditentukan Laga Lawan PSG
"Kami bisa saja tertinggal tiga atau 4-0 di babak pertama. Satu-satunya alasan kami tidak mendapatkan itu karena Alisson melakukan beberapa penyelamatan yang sangat bagus," kata Slot dikutip dari talkSPORT.
"Mungkin salah satunya akan dianulir karena ada tarikan baju. Itu tidak terlalu membantu karena justru membangun momentum bagi mereka," dia menambahkan.
Meski meraih lima kemenangan dari lima pertandingan Liga Premier sebelum kekalahan ini, pertahanan Liverpool tampak goyah. The Reds berhasil menjaga dua clean sheet, tetapi kebobolan dua kali melawan Bournemouth dan Newcastle United, sebelum kebobolan satu kali dalam derby Merseyside akhir pekan lalu.
"Dalam dua situasi, kami kebobolan dua bola mati. Namun, permainan sepak bola di Inggris telah berubah menjadi permainan bola mati," ujar mantan pelatih Feyenoord tersebut.