Rabu, 17/09/2025 23:17 WIB
London, Jurnas.com - UEFA menjatuhkan sanksi baru kepada Crystal Palace setelah mendepak klub tersebut dari Liga Europa. The Eagles digeser ke Liga Konferensi Eropa, menyusul pelanggaran aturan kepemilikan multi-klub.
Palace sempat mengajukan banding atas keputusan degradasi tersebut, tapi Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) malah menguatkan sanksi dalam putusannya.
Dengan demikian, Nottingham Forest yang musim lalu finis di peringkat ke-7, naik menggantikan Palace yang sebelumnya lolos ke Liga Europa sebagai pemenang Piala FA.
Tim asuhan Oliver Glasner musim ini memulai kampanye di Liga Konferensi dari babak play-off melawan klub Norwegia, Fredrikstad. Dua pertemuan berakhir dengan kemenangan Palace dengan agregat 1-0.
Unai Emery Kembali Buktikan Status Raja Kompetisi Eropa
Guardiola Sebut Manchester City Belum Menyerah Kejar Trofi Liga Inggris
Aston Villa Selangkah Lagi Raih Trofi Ketiga Liga Europa
Kekecewaan terhadap sanksi ditunjukkan oleh para penggemar Palace. Selama pertandingan kontra Fredrikstad pada Agustus lalu, fans membentangkan spanduk bertuliskan `UEFA MAFIA` bersama simbol Euro.
Spanduk yang sama juga terlihat di Stadion Wembley selama pertandingan Community Shield melawan Liverpool dan di Stamford Bridge untuk pertandingan pembuka Liga Premier melawan Chelsea.
Karena itu, dikutip dari Sportbible pada Rabu (17/9), UEFA mengambil tindakan terhadap Palace dengan mengeluarkan sanksi denda baru sebesar €10.000.
Sanksi diberikan karena Palace dianggap mencemarkan nama baik UEFA dan menyebarkan pesan yang tidak pantas untuk acara olahraga berdasarkan peraturan badan pengelola tersebut.