Jum'at, 12/09/2025 22:48 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pucuk pimpinan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dikabarkan bakal mengalami penyegaran. Ada dua nama yang disebut-sebut siap disodorkan untuk menggantikan posisi Jenderal Listyo Sigit Prabowo, yakni Dedi Prasetyo dan Syahar Diantono.
Rumor ini tak lepas dari kabar yang diterima awak media pada Jumat (12/9). Dua nama berpangkat komisaris jenderal tersebut konon tertera dalam Surat Presiden (Surpres) Prabowo Subianto ke DPR RI.
Lalu, siapa Komjen Dedi Prasetyo?
Dedi saat ini menjabat sebagai Wakil Kepala Kepolisian RI (Wakapolri) usai menggantikan Komjem Ahmad Dofiri yang pensiun pada 16 Agustus 2025 lalu. Penunjukkannya tertera dalam Surat Telegram Kapolri nomor ST/1764/VIII/KEP/2025 per 5 Agustus 2025.
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Wamenhaj: Intruksi Presiden, Kenaikan Harga Avtur Tak Bebankan Jemaah Haji
Kejagung Serahkan Rp11,42 Triliun ke Negara, Disaksikan Presiden Prabowo
Jauh sebelum menjabat sebagai Wakapolri, Dedi merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) pada 1990. Dia kemudian melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus pada 1999.
Dua tahun setelah lulus dari Akpol, Dedi langsung ditunjuk sebagai Kapolsek Deket, dan Kasat Reskrim Polres Lamongan setahun kemudian. Selanjutnya, dia pernah menjabat Kapolsek Serpong, Kapolresta Kediri, dan Kapolres Lumajang. Pengalaman itu lalu membawanya sebagai Kasat Serse Polwiltabes Surabaya pada 2007.
Perjalanan panjang Dedi berlanjut ketika menjadi Karo SDM di Polda Maluku Utara dan Polda Kalimantan Tengah. Dia juga sempat diangkat sebagai Wakapolda Kalteng pada 2017, dan puncaknya menjadi Kapolda Kalteng pada 2020.
Karier Dedi terus melesat. Sebelum menjabat sebagai Wakapolri, dia sempat mencicipi sejumlah posisi elit, termasuk Kadiv Humas Polri, As SDM Kapolri, hingga Inspektur Pengawasan Umum Polri.