Jum'at, 15/08/2025 12:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa kritik terhadap pemerintah sangat diperlukan, meski terkadang terasa menyesakkan. Menurutnya perbedaan pandangan tidak masalah, asalkan memiliki tujuan yang sama.
Hal ini disampaikan Prabowo dalam pidatonya di Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2025 di Kompleks Parlemen, Senayab, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025.
“Kita berbeda-beda boleh, tapi satu tujuan kita. Silakan yang berada di luar pemerintah, tidak ada masalah. Terima kasih,” kata Prabowo.
“Kita butuh koreksi, kita butuh pengawasan, kita butuh kritik, walaupun kadang-kadang kalau kritik itu menyesakkan juga, tapi enggak ada masalah. Jangan berhenti kritik,” ucapnya.
HNSI Apresiasi Kebijakan Presiden Prabowo Turunkan Harga BBM Khusus Nelayan
Pengamat: Publik Berhak Tahu Rekam Jejak Tokoh yang Mengkritik Pemerintah
Prabowo: Kemajuan Bangsa Dimulai dari Gagasan para Ilmuwan dan Akademisi
Presiden juga menekankan bahwa pengawasan tidak hanya berlaku bagi pihak luar pemerintah, tetapi juga untuk anggota koalisi.
“Saya juga minta dari koalisi kita, tetap di dalam koalisi, harus berani mengawasi, harus berani koreksi,” ujarnya.
Prabowo menegaskan bahwa tidak ada pihak yang boleh merasa lebih kuat dari hukum atau kebal dari pengawasan.
“Tidak boleh ada yang merasa lebih kuat dari hukum. Tidak boleh ada yang merasa tidak boleh diatur, diperiksa,” tegas Kepala Negara.