Rabu, 06/08/2025 15:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengalokasikan dana senilai Rp16,8 triliun untuk merevitalisasi sebanyak 13.763 sekolah di Tanah Air.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu`ti mengatakan, angka revitalisasi pada tahun ini meningkat sebanyak 32,4 persen dari yang semula hanya 10.395 sekolah.
"Program revitalisasi sekarang juga mulai berlangsung dan diperkirakan menyerap 422.981 tenaga kerja di daerah," kata Mendikdasmen di Jakarta, Rabu (6/8/2025).
Selain itu, kata Mendikdasmen, mulai tahun ini pihaknya juga melakukan program digitalisasi pendidikan melalui penyediaan Interactive Flat Panel atau IFP guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kemendikdasmen Tuntaskan Revitalisasi 349 Sekolah di Sumbar
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo
Kemendikdasmen Perbaiki 1.390 dan Bangun Tiga Sekolah di Jatim
"Pemenuhan sarana dan prasarana merupakan upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara eksternal," ujar dia.
Namun lebih dari itu, sebagai upaya peningkatan kualitas pendidikan dari sisi internal, Kemendikdasmen juga mengalokasikan dana sebesar Rp37,5 miliar bagi para guru, untuk menempuh jenjang pendidikan serata satu melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau atau RPL.
"Tahun ini, pemerintah memberikan insentif bagi 12.500 guru," kata Mendikdasmen.
Selain itu, dia juga mengatakan, sebanyak 341.248 guru honorer akan menerima bantuan berupa insentif sebesar Rp2,1 juta. "Sekarang ini, realisasi transfer sebesar Rp716 miliar sudah mencapai lebih dari 85 persen," ujar dia.
Lebih lanjut Mendikdasmen menambahkan, pemerintah juga bantuan subsidi upah (BSU) senilai Rp600 ribu per dua bulan untuk 253.407 guru PAUD non formal.
"Total BSU sebesar Rp125 miliar telah ditransfer langsung ke rekening masing-masing guru," kata Mendikdasmen.
Program-program tersebut, kata Mendikdasmen, merupakan terobosan pemerintah untuk para guru. Dengan kado tersebut, para guru sebagai garda terdepan pendidikan diharapkan meningkatkan kinerja dan kompetensi guna meningkatkan kualitas pembelajaran, untuk kemajuan pendidikan dan pembentukan karakter bangsa.