Sabtu, 02/11/2024 21:15 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) minta perbankan untuk blokir lebih dari 8.000 rekening terafiliasi dengan judi online (judol).
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae mengatakan, ribuan rekening tersebut berasal dari data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Dia telah meminta perbankan untuk menutup rekening yang berada dalam satu data customer identification file (CIF) yang sama.
"Dalam rangka pemberantasan judi online yang berdampak luas pada perekonomian dan sektor keuangan, OJK telah meminta perbankan untuk blokir lebih dari 8.000 rekening yang berasal dari data Komunikasi dan Digital dan meminta perbankan untuk menutup rekening yang berada dalam satu data customer identification file yang sama," tutur Dian.
Kombinasi Cat Ruang Tamu yang Elegan dan Memanjakan Mata
Ini Cara Bergaul agar Dikenang dan Dirindukan dalam Islam
Jangan Jadi Orang yang Tak Peduli, Ini Pesan Rasulullah
Sebelumnya, OJK telah memblokir ribuan rekening yang terkait dengan judi online. Nama pemilik rekening tersebut juga sudah ditandai, sehingga mereka tidak bisa lagi membuka rekening di bank manapun.
Keyword : Judi Online OJK Rekening