115 Tawanan Perang dari Rusia dan Ukraina Berhasil Dipulangkan

Minggu, 25/08/2024 01:01 WIB

JAKARTA - Rusia dan Ukraina telah menukar 115 tawanan perang dari masing-masing pihak, kedua negara mengonfirmasi, dengan Uni Emirat Arab bertindak sebagai perantara.

UEA telah berhasil memediasi pertukaran tawanan baru antara Federasi Rusia dan Republik Ukraina, yang menghasilkan pembebasan 230 tawanan,” kata Kementerian Luar Negeri negara Teluk itu, Sabtu (24/8/2024).

Ini adalah upaya mediasi ketujuh UEA tahun ini antara kedua negara, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

Sementara Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan 115 tawanan perang Ukraina telah dikembalikan dari Rusia, Rusia mengonfirmasi bahwa 115 prajuritnya yang ditangkap di wilayah Kursk selama serangan Ukraina yang sedang berlangsung telah dibebaskan.

Kedua belah pihak telah melakukan pertukaran tahanan berkala melalui perantara sejak perang dimulai hampir dua tahun lalu, meskipun tidak adanya pembicaraan damai di antara mereka sejak bulan-bulan awal konflik.

Ini adalah pertukaran pertama sejak Ukraina mengejutkan Rusia dengan melintasi perbatasan ke Kursk pada tanggal 6 Agustus.

Salah satu pertukaran terbesar terjadi pada tanggal 3 Januari, ketika negara-negara yang bertikai memperdagangkan total 478 tawanan setelah mediasi oleh UEA.

Kementerian UEA mengatakan bahwa jumlah total tawanan yang dipertukarkan melalui upaya mediasinya kini mencapai 1.788.

Zelenskyy mengatakan mereka yang dibebaskan termasuk anggota garda nasional negara, angkatan bersenjata, dan angkatan laut.

“Kami mengingat semua orang,” katanya dalam sebuah posting di X.

“Kami sedang mencari mereka dan melakukan segala upaya untuk membawa mereka semua kembali.”

Dmytro Lubinets, komisaris Ukraina untuk hak asasi manusia, mengatakan 82 warga Ukraina yang kembali telah membela kota pelabuhan tenggara Mariupol pada tahun 2022, yang diambil alih Rusia.

Pertukaran terbaru diumumkan saat Ukraina pada hari Sabtu merayakan hari kemerdekaannya ke-33 dari Uni Soviet di tengah konflik berkepanjangan.

Rusia ingin “menghancurkan” Ukraina tetapi perang telah “kembali ke asalnya”, kata Zelenskyy dalam pidato video hari kemerdekaan.

Serangan Ukraina di Kursk adalah salah satu serangan lintas perbatasan paling signifikan sejak perang dimulai pada tahun 2022.

Meskipun adanya penyerbuan, Rusia terus membuat kemajuan di Ukraina timur. (*)

 

TERKINI
Rieke Pitaloka Dukung Dirut KAI Lakukan Perbaikan Berbasis Data Inilah Satu-satunya Sahabat Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini Long Weekend, Lintasan Merak-Bakauheni Layani 93.026 Penumpang Tak Melulu Soal Perang, Kenali 4 Bentuk Jihad Menurut Ajaran Islam