Rabu, 14/08/2024 09:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari menyoroti dugaan kebocoran data pada instansi Badan Kepegawaian Negara (BKN) yang mengakibatkan bocornya data 4,7 juta Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Abdul Kharis mengatakan, kebocoran data yang melibatkan informasi pribadi PNS adalah masalah serius yang dapat menimbulkan dampak signifikan pada privasi individu dan keamanan negara.
“Jika benar terjadi peretasan, hal ini menunjukkan adanya kerentanan dalam sistem keamanan siber pemerintah yang perlu segera diatasi,” kata Abdul Kharis, di Jakarta, Selasa (13/8).
Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Tengah V ini lantas meminta BKN perlu bekerja sama dengan BSSN dan Kemenkominfo dalam melakukan identifikasi dan investigasi atas munculnya isu dugaan kebocoran data ASN.
Anggota DPR: Kehadiran Perempuan di Parlemen Buat Kebijakan Lengkap
Komisi I: Roadmap AI Belum Jawab Tantangan Kedaulatan Digital
Komisi I DPR Desak Diplomasi Cepat Usai 9 WNI Ditahan Israel
“Upaya itu harus disertai dengan tindakan yang lebih proaktif untuk meningkatkan keamanan sistem,” ujar Politisi Fraksi PKS ini.
Tidak hanya itu, kata Kharis, pemerintah perlu transparan dalam menyampaikan perkembangan investigasi dugaan peretas kepada publik, terutama kepada para PNS yang mungkin terdampak.
“Harus ada langkah mitigasi yang jelas, termasuk upaya untuk melindungi data yang sudah terlanjur bocor dan mencegah penyalahgunaannya,” tukas Kharis.