Nawawi Pomolango Ogah Daftar Capim Karena Banyak Persoalan di KPK

Senin, 15/07/2024 18:14 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango ogah mendaftar diri untuk mengikuti proses seleksi calon pimpinan (capim) KPK periode 2024-2029.

Nawawi beralasan terlalu banyak persoalan yang terjadi di internal lembaga antikorupsi. Namun ia tidak menyebut secara sepefik mengenai masalah tersebut.

"Saya tidak ikutan lagi mendaftarkan diri. Terlalu banyak `persoalan` di lembaga ini, dan itu bukan hanya soal pimpinan," kata Nawawi saat dikonfirmasi wartawan, Senin  15 Juli 2024.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata sudah dua periode menjadi pimpinan KPK. Dia tidak berniat untuk mendaftar diri sebagai anggota Dewas KPK dan ingin pensiun.

"Tidak. Saya mau pensiun setelah di KPK," kata Alex saat dikonfirmasi.

Alex mengaku lelah melihat melihat kondisi KPK. Menurutnya pemberantasan korupsi di Indonesia tidak akan berhasil tanpa adanya political will dan dukungan penuh dari pimpinan tertinggi negeri. 

Menurutnta, KPK harus menjadi lembaga yang mensupervisi penanganan kasus korupsi. Di mana, semua sprindik perkara korupso harus diterbitkan KPK meskipun pelaksanaan penyidikannya bsa dibantu penyidik Polri dan Kejaksaan.

"Tapi mereka harus melaporkan hasil penyidikannya ke KPK," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, dua pimpinan KPK yang saat ini menjabat berencana ikut mendaftar diri untuk mengikuti proses seleksi calon pimpinan (capim) KPK periode 2024-2029.

Mereka adalah Johanis Tanak dan Nurul Ghufron yang saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua KPK. Tanak mengklaim keinginannya mendaftar dilandasi dorongan dari internal KPK.

"Teman-teman Pimpinan KPK menghendaki saya ikut seleksi Capim KPK karena saya baru sekali itu seleksi dan ada dukungan dari teman-teman," kata Tanak kepada wartawan, Senin 15 Juli 2024.

Dia menyebut sudah melengkapi segala persyaratan administratif. Tanak mengatakan bahwa dirinya hanya tinggal merapihkan dokumen sebelum disetor ke pendaftaran. 

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi