Ismail Haniya Jadi Pemimpin Baru Hamas

Minggu, 07/05/2017 16:19 WIB

Palestina - Ismail Haniya akhirnya didaku untuk menjadi pemimpin baru kelompoi militan Hamas, Palestina. Dia menggantikan Khaled Meshall yang sudah dua kali menjabat.

Hanya yang berusia 54 tahun ini tinggal di Gaza yang dikuasai Hamas sejak 2007. Dia  dipandang sebagai sosok pragmatis yang akan mencoba untuk menghapuskan isolasi dunia internasional.

Dilansir bbc, Hamas sebagai suatu kesatuan atau juga sayap militernya, disebut sebagai kelompok teroris oleh Israel, AS, Uni Eropa, Inggris dan organisasi berpengaruh lainnya.

Pada pekan ini, Hamas menerbitkan sebuah dokumen kebijakan baru yang pertama sejak pendiriannya. Dokumen itu menyatakan untuk pertama kalinya kesediaan menerima sebuah negara Palestina sementara dengan perbatasan seperti sebelum 1967, tanpa mengakui Israel.

Dokumen itu juga menyatakan bahwa perjuangan Hamas bukanlah melawan Yahudi namun melawan Zionis yang menduduki wilayah mereka. Anggaran dasar Hamas pada 1988 ditentang karena menggunakan bahasa anti Yahudi. "Dokumen ini memberikan kami kesempatan untuk terhubung dengan dunia luar," kata juru bicara Hamas Fawzi Barhoum.

"Kepada dunia, pesan kami adalah: Hamas tidak radikal. Kami adalah gerakan pragmatis dan beradab. Kami tidak membenci kaum Yahudi. Kami hanya melawan orang yang menduduki tanah kami dan membunuh orang-orang kami."

TERKINI
Kebiasaan Buruk yang Bisa Menyebabkan Paru-paru Basah Bolehkah Meminta Kematian Saat Ditimpa Ujian Berat? Ini Hukum Pamer Kekayaan atau Flexing dalam Islam Inilah Ciri-Ciri Mukmin Sejati Menjelang Kematian