Senin, 13/05/2024 23:35 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan jika saat ini tercatat 57 pengguna jasa telah bertransaksi di Bursa Karbon atau IDXCarbon.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi menuturkan, sejak diluncurkan pada 26 September 2023 hingga April 2024, total volume perdagangan karbon mencapai 572 ribu ton CO2 ekuivalen.
“Akumulasi nilai bursa karbon sebesar Rp35,31 miliar,” kata Inarno, Senin (13/5).
Bicara potensi, Inarno menyebut masih terdapat peluang besar bagi pertumbuhan IDXCarbon.
KPK Dalami Keuntungan dalam Pengadaan Digitalisasi SPBU Pertamina
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental
Pihaknya mencatat terdapat 3.708 pendaftar yang tercatat Sistem Registri Nasional Pengendalian Perubahan Iklim atau SRN PPI.
“Potensi unit karbon yang ditawarkan masih tinggi,” paparnya.
SRN PPI adalah sistem pengelolaan, penyediaan data, dan informasi berbasis web tentang aksi dan sumber daya untuk Mitigasi Perubahan Iklim, Adaptasi Perubahan Iklim, dan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) di Indonesia.
Hingga Senin (13/5) pukul 14:47 WIB, tercatat sebanyak 3.711 pendaftar SRN PPI. Total sertifikat pengurangan emisi mencapai 385.936 unit SPE