Jum'at, 03/05/2024 17:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni memgapresiasi aparat kepolisian yang dengan cepat mengungkap pelaku pembunuhan mayat wanita dalam koper inisial RM (50).
Selain mengapresiasi kinerja kepolisian, politikus NasDem tersebut juga meminta agar polisi memastikan pelaku dihukum maksimal.
“Saya apresiasi jajaran pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi hingga Polda Metro Jaya yang telah berhasil dengan cepat mengungkap pelaku dan motif dari kasus ini. Tinggal setelah ini polisi harus pastikan menjerat pelaku dengan hukuman yang maksimal. Karena pembunuhannya benar-benar sadis dan mengejutkan publik. Harus ada efek jera sehingga orang tidak seenaknya bisa gelap mata dan menghilangkan nyawa orang lain,” ujar Sahroni, dalam keterangannya, Jumat (3/5).
Komisi III DPR Tinjau Implementasi KUHP dan KUHAP di Bali
Komisi III Soroti Batasan Penyitaan dalam RUU Perampasan Aset
Sahroni Dukung Polisi Selidiki Kasus Kekerasan Seksual di Pamekasan
Hal itu menanggapi aparat kepolisian yang baru saja menangkap Ahmad Arif Ridwan Nuwloh (29), atas pelaku pembunuhan wanita inisial RM (50), yang mayatnya ditemukan di dalam koper di Cikarang, Bekasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menyebut pelaku juga mencuri uang kantor dari korban sebesar Rp 43 juta.
Sahroni mengatakan, di tengah banyaknya kasus kriminal sadis dan tidak masuk akal belakangan ini, hanya penegakkan hukum yang bisa jadi solusi. Dengan begitu diharapkan masyarakat dapat berpikir ulang sebelum melakukan tindakan.
“Saya minta tegas karena saya ingin ‘kegilaan’ ini disudahi. Terlalu banyak kasus kriminal sadis yang terjadi belakangan ini. Dan ketika berbagai upaya pencegahan seperti layanan hotline, razia, patroli, sudah kita lakukan, maka langkah terakhir adalah memastikan penegakkan hukum yang tegas dan berkeadilan. Meleset sedikit saja, orang pasti anggap remeh dan jadi enteng untuk berbuat kriminal,” tambah Sahroni.
Hal tersebut Sahroni utarakan lantaran dirinya tidak ingin ada lagi individu yang menganggap remeh perbuatan kriminal, terutama yang menyangkut nyawa manusia.
“Agar ke depan, orang kalau mau ngapa-ngapain itu mikir dulu. Jangan selalu jadikan kekerasan sebagai cara menyelesaikan masalah,” tutup Sahroni.