Jum'at, 26/04/2024 18:44 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ratusan aktivis reformasi 1998, Akademisi, Mahasiswa dan Pejuang Pro Demokrasi berkumpul di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar acara bertajuk “Mimbar Rakyat dan Silaturahmi Akbar”, pada Jumat (26/4).
Para aktivis bergantian membacakan Maklumat Bersama Aktivis ‘98 menjelang peringatan 26 tahun reformasi. Kegelisahan mereka kembali timbul melihat situasi nasional yang belakangan sudah mengkhianati cita-cita reformasi 1998 yang telah diperjuangkan dengan darah dan air mata.
Mulai dari matinya etika bernegara, politik dinasti yang tumbuh subur, hingga praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) yang merajalela bahkan lebih parah dari eta orde baru.
Tiba di Barcelona, Paus Leo Bakal Berkati Menara Gereja Tertinggi di Dunia
Guru Akui TPG Bantu Tingkatkan Mutu Pembelajaran di Kelas
Wisman Meningkat, Menpar Sebut Pariwisata RI di Jalur Pertumbuhan Positif
Aktivis ‘98 Mustar Bonaventura memimpin langsung Maklumat Bersama Aktivis ‘98 tersebut dan diikuti oleh ratusan aktivis yang hadir.
“Saya bacakan Maklumat ini nanti kawan-kawan mengikuti. Siap?” kata Mustar.
“Siap,” sahut para aktivis.
Saat membacakan deklarasi, Mustar yang juga salah seorang Aktivis pentolan Forum Kota (Forkot) dari Universitas Kristen Indonesia (UKI) itu didampingi Aktivis ‘98 sekaligus Dosen UNJ Ubedillah Badrun, dan sejumlah perwakilan aktivis ‘98 dari berbagai daerah.
Berikut isi Maklumat Bersama Aktivis ‘98 tersebut;
1.Menolak Kembalinya Orde Baru
2.Menolak Politik Dinasti
3.Menolak Pelanggar HAM
4.Menolak Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN)
5.Menolak Dwi -Fungsi TNI-Polri.
Setelah pembacaan Maklumat Bersama Aktivis ‘98, acara dilanjutkan dengan pemutaran film hingga orasi dari para aktivis mahasiswa dari lintas kampus, akademisi, dan berbagai elemen rakyat dari berbagai daerah.