Selasa, 23/04/2024 15:18 WIB
Jakarta, Jurnas.com- Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap toko bingkai Mampang Prapatan tidak memiliki pintu darurat atau emergency exit. Imbasnya tujuh orang yang meninggal saat kebakaran, diduga akibat tejebak di lantai atas.
"Jadi kalau dari keterangan tempat kerja, tempat tinggal juga. Kami tidak lihat ada emergency exit. Artinya pintu keluar pintu masuk itu hanya bersumber dari depan," ungkap Wakasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, Kompol Henrikus Yossi kepada wartawan, Senin (22/4/2024).
Menurut Yossi, toko bingkai itu hanya memiliki satu tangga untuk akses naik-turun serta satu jalan keluar-masuk. Padahal ruko tersebut memiliki lima lantai.
"Saat Jumat malam itu kondisi api besar di pintu depan. Keluar masuk harus lewat pintu depan. Itu adalah kendala korban tidak bisa keluar karena api besarnya di pintu masuk," tuturnya.
Aksi Heroik Sopir di China: Truk Terbakar, Langsung Dibawa ke Damkar
Kebakaran TPA di Filipina Belum Berhenti, Ratusan Orang Mengungsi
Ratusan Kios di Pasar Kanjengan Semarang Terbakar Rabu Malam
Lebih lanjut Yossi menjelaskan, ruko yang terbakar memiliki alat pemadam kebakaran ringan atau APAR di lantai atas. Namun, peralatan tersebut tidak dipakai saat insiden kebakaran.
"Kalau APAR ada di lantai atas. Tapi nggak kepakai. Posisinya pun tidak berpindah," tukasnya.
Keyword : Toko Bingkai Pintu Darurat Kebakaran