Sabtu, 29/04/2017 17:06 WIB
Jakarta - Pemilu dan Pilpres akan digelar secara serentak pada 2019. Menyikapi perubahan sistem ini, DPP PKB sangat berhati-hati dan selektif menentukan calon presiden yang akan diusung dua tahun mendatang.
"Karena serentak, maka kita sangat berhati-hati menentukan calon presiden. Syaratnya adalah, capres mutlak harus bisa mengangkat elektabilitas partai. Kita lihat dan survei," ujar Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar usai membuka Rakornas Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPP PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Sabtu (28/4/2017).
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengatakan, PKB menjalin komunikiasi dengan semua sosok dan selalu mengajak diskusi para kandidiat untuk melihat kecocokannya dengan garis idiologis perjuangan PKB. Adapun instrumen untuk melihat elektabilitas calon presiden juga melalui survei sehingga dapat mengetahui yang terbaik penerimaannya di masyarakat.
"Namun sampai sekarang itu belum kita lakukan dan belum kita tentukan siapa sosok capres. Pemilu dan Pilpres memang tinggal dua tahun lagi, makanya kita makin selektif mulai sekarang," imbuh Cak Imin.
Konsisten Memperjuangkan Pesantren, Fraksi PKB DPR RI Raih KWP Award 2026
Dianugerahi KWP Awards 2026, Lalu Komit Kawal Pendidikan Nasional
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar