Sabtu, 20/01/2024 23:23 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jaringan Moderat Indonesia, Islah Bahrawi, menanggapi rencana calon presiden (capres) nomor urut 2, Prabowo Subianto menaikkan gaji para pejabat penyelenggara negara jika kelak berkuasa.
Rencana itu merupakan bagian dari upaya Prabowo memberantas korupsi secara sistemik dan realistis jika terpilih sebagai Presiden RI selanjutnya.
Gagasan ini Prabowo sampaikan dalam acara Penguatan Antikorupsi untuk Penyelenggara Negara Berintegritas (Paku Integritas) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada Rabu (17/1) lalu.
Islah menegaskan, koruptor tidak pernah puas hanya sekali melakukan korupsi. Karena itu, korupsi tidak berkaitan dengan kekayaan pejabat negara.
Temui Macron, Prabowo Bahas Kerja Sama Militer Indonesia-Prancis
Menguji Paradoks Indonesia di Tangan Kekuasaan
Kritik untuk Pemerintahan Harus Objektif, Bukan Bermotif Politik
"Semua pejabat korup yang ditangkap adalah mereka yang sudah kaya oleh korupsi-korupsi sebelumnya. Mereka ditangkap karena keserakahan dan uang haram yang membuatnya ketagihan," ujar Islah, sebagaimana cuitannya dalam akun X miliknya baru-baru ini.
Jadi, sambung Islah, korupsi terjadi bukan karena sang pejabat sudah kaya atau masih miskin. Menurut dia, korupsi terjadi karena mental dan moral pejabatnya sudah bobrok.
Islah mengungkapkan, mereka terjebak dalam situasi jika tidak melakukan korupsi, maka orang lain yang akan mengkorupsi.
"Akhirnya para pejabat itu terbiasa menormalisasi uang korupsi sebagai rejeki. Paham mas Bowo?" tutup Islah.
Keyword : Prabowo Subianto Islah Bahrawi Gaji Pejabat