Rabu, 17/01/2024 10:47 WIB
London, Jurnas.com - Kepala badan wasit Inggris (PGMOL), Howard Webb, menyebut Liverpool seharusnya mendapatkan hadiah penalti ketika bermain imbang 1-1 pada Desember akhir tahun lalu, karena Martin Odegaard melakukan handball di kotak penalti.
Odegaard yang mencoba menghalau Mohamed Salah, lanjut Webb, terpeleset lalu melakukan kontak dengan bola di kotak terlarang The Gunners. Namun, video asisten wasit (VAR) tidak memberikan hadiah penalti.
"Dia terpeleset, lengannya terlepas, namun dia benar-benar menarik lengannya kembali ke arah tubuhnya yang mana ketika bola melakukan kontak dengan lengan," kata Webb dikutip dari Goal pada Rabu (17/1).
"VAR melihatnya dan berpikir itu adalah kasus Odegaard yang mencoba membuat dirinya lebih kecil dengan mendekatkan lengannya ke tubuh. Itulah elemen yang penting di sini. Dia mendapat keuntungan besar dengan mengembalikan lengannya," sambung dia.
Martinelli Siap Bawa Arsenal Melangkah Lebih Jauh di Liga Champions
Mikel Arteta Bangga Arsenal Ukir Sejarah Baru Liga Champions
Kalah Lawan Bayern, Arbeloa Sebut Keputusan Wasit Tak Masuk Akal
"Permainan harusnya berbuah penalti dalam situasi ini. Saya setuju, dan karena itu saya pikir ini adalah salah satu hasil yang tidak tepat," ujar dia.
Meski VAR kini mengambil keputusan-keputusan penting di lapangan, namun sejumlah kesalahan masih tetap dilakukan oleh wasit dan ofisial pertandingan, salah satunya yang terjadi dalam laga Arsenal vs Liverpool.
Baik pelatih The Reds, Jurgen Klopp, maupun manajer The Gunners berulang kali mengkritik keputusan VAR yang selama ini dianggap lebih banyak merugikan tim mereka masing-masing.