Sabtu, 13/01/2024 23:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Citra yang dibangun calon presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto, sebagai pribadi yang ‘gemoy’ perlahan luntur pascadebat ketiga yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 7 Januari 2024.
Pengamat Politik, Hendri Satrio mengatakan citra gemoy yang dibangun tim Prabowo hanya topeng belaka. Menurutnya, saat ini masyarakat sudah melihat bahwa mantan Danjen Kopassus itu emosian.
"Begitu kemudian rakyat menyadari bahwa gemoy adalah hanya citra saja, hanya topeng saja, dan masyarakat bisa melihat aslinya dia sering emosi," kata Hendri saat dihubungi wartawan, Jumat 12 Januari 2024.
Dosen Universitas Paramadina itu juga menilai, Prabowo terlampau percaya diri akan menang di Pilpres 2024, sehingga membuat dirinya merasa di atas angin.
Pengamat Sebut Eksodus Elite Bukti Loyalitas ke Partai Kian Kendur
Pengamat Politik: Seskab Teddy Perkuat Praktik Empathetic Governance
Pengamat Pertanyakan Motif Tersembunyi PBNU Rongrong PKB
“Karena dia merasa menjadi penguasa ya, dia merasa bisa melakukan apa saja dan mengatakan apa saja. Nah, itu juga menurut saya kenapa kemudian letupan emosi itu sering keluar,” ucap Hendri.
Namun diingatkan Hendri, jika Prabowo masih terus meluapkan emosinya, dia bisa blunder dan bakal ditinggalkan oleh pemilihnya.
“Dan bisa kalah duluan di putaran pertama,” tandasnya.
Sebelumnya, saat Prabowo menghadiri agenda kampanye ke Pekanbaru, Riau, dua hari setelah agenda debat ketiga, dia merasa tak terima karena saat debat, ada capres lain menyajikan data yang salah tentang dirinya.
Prabowo lalu melontarkan kata-kata kasar, menyentil capres tersebut, sambil meluruskan data yang benar.