Kamis, 11/01/2024 23:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Calon Presiden Nomor Urut 3 Ganjar Pranowo miliki strategi untuk genjot produksi pertanian dalam negeri. Salah stunya lewat modernisasi pertanian.
Penggunaan teknologi teranyar dalam praktik pertanian menjadi penting. Sejalan dengan itu, pihaknya juga menjanjikan adanya insentif bagi petani-petani muda.
"Satu, sudah betul jawabannya sudah disinggung sedikit, modernisasi pertanian gak ada pilihan lain," jelasnya dalam Dialog Capres bersama Kadin Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/1/2024).
Mantan Gubernur Jawa Tengah ini pun telah menanyakan pendapat ke para petani di lapangan mengenai pekerjaan anaknya di masa mendatang.
Format Baru Jazz Goes To Campus di TIM, Hadirkan Talkshow dan Konser
Berbagai Manfaat Berjemur di Pagi Hari untuk Tubuh Anda
Selat Hormuz Kembali Dibuka, Trump Kekeh Mau Adang Kapal Iran
Namun hasilnya, ternyata banyak orang tua tak ingin anaknya menjadi petani. Menurutnya hal itu lantaran tidak pernah ada insentif yang diberikan kepada anak muda untuk bertani.
Oleh karena itu, Ganjar berjanji akan menyiapkan beberapa insentif guna menarik minat anak muda menjadi petani.
"Pertanyaan yang sama saya tanyakan kepada orang tuanya, siapa bapak dan ibu semuanya yang ingin anaknya menjadi pertani, nyaris tidak ada," urainya.
"Tidak pernah ada insentif yang diberikan kepada anak muda untuk menjadi petani, modernisasi jadi pilihan dengan digitalisasi pertanian. Lahan sempit dilakukan pola konsolidasi, lahan kan pernah punya uji coba waktu itu di Sukoharjo," tegasnya.
Lebih lanjut, Ganjar juga menyinggung beberapa insentif yang bisa jadi pilihan, diantaranya dengan memberikan pelatihan sumber daya manusia (SDM). Selanjutnya, penyediaan sarana produksi (saprodi) pertanian.
"Maka sebenarnya kalau kemudian kalau korporatisasinya itu bisa dilakukan, mengajak anak muda, dilatih SDM-nya bagus, saprodinya disiapkan," pungkasnya.
Keyword : Ganjar Pranowo Pertanian Insentif