Sabtu, 30/12/2023 06:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) sukses raih 903 perusahan terbuka sejak diaktifkannya kembali 46 tahun lalu.
Hal ini buat BEI menduduki peringkat enam dari segi jumlah perusahaan yang initial public offering (IPO), serta peringkat ke-9 dari segi total penghimpunan dana (fund raised) di antara bursa saham global.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, sepanjang 2023, pencatatan efek baru di BEI meliputi 79 saham, 120 emisi obligasi, 3 exchange trade fund (ETF), dua efek beragun aset (EBA) berbentuk surat partisipasi (EBA-SP) dan 182 waran terstruktur dengan total fund raised saham sebesar Rp 54,14 triliun dan obligasi sebesar Rp126,97 triliun.
“Pencatatan (listing) sebanyak 79 saham baru pada 2023 ini merupakan pencapaian tertinggi sepanjang sejarah pasar modal Indonesia,” kata Iman, di Jakarta, Jumat (29/12/2023).
CENTOM Sebut Hampir 400 Tentara AS Terluka dalam Perang Iran
Tanda Tubuhmu Perlu Detoks Media Sosial, Baik untuk Mental
Vidic Nilai Carrick Sosok yang Tepat Tangani Manchester United
Pencapaian positif itu, lanjut Iman, tercermin dari meningkatnya minat masyarakat berinvestasi di pasar modal Indonesia.
Sepanjang 2023, investor pasar modal yang terdiri investor saham, obligasi, dan reksa dana meningkat 1,85 juta investor menjadi 12,16 juta investor.
Khusus untuk investor saham, terdapat peningkatan 811.000 investor menjadi 5,25 juta investor saham. Partisipasi investor ritel pun masih memiliki porsi transaksi tertinggi pada 2023 diikuti meningkatnya partisipasi dari kalangan investor institusi.
“Hal ini mencerminkan keyakinan investor masih cukup terjaga meski dihadapkan dengan berbagai tantangan serta situasi ekonomi global dan domestik,” jelasnya.
Hingga 28 Desember 2023, di seluruh Indonesia telah berlangsung lebih 18.000 kegiatan sosialisasi, edukasi, sekaligus literasi pasar modal, dengan jumlah peserta mencapai lebih dari 3,1 juta orang.