Selasa, 12/12/2023 21:10 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Calon presiden (capres) nomor urut 1, Anies Baswedan, menyampaikan visi dan misi dengan slogan perubahan.
Menurutnya, penegakan hukum saat ini belum maksimal lantaran tajam kebawah dan tumpul ke atas.
"Kita lihat hukum itu harusnya tegak begini inilah hukum dan kenyataannya tajam ke bawah tumpul ke atas. Kondisi ini tidak boleh didiamkan, tidak boleh dibiarkan dan harus berubah karena itu kita mendorong perubahan mengembalikan hukum menjadi tegak," jelas Anies dalam debat perdana di KPU pada Selasa (12/12).
Gagas LBH Digital, Rizki Faisal Dapat Penghargaan dari Wartawan Parlemen
Marak Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Komdigi Perketat Pengawasan
Habiburokhman Apresiasi Gerak Cepat BEM UI Respons Kasus Kekerasan Seksual
Dia mengklaim, masih banyak pihak yang mengkritisi pemerintah mendapat tindakan kekerasan dari aparat penegak hukum. Hal itu, kata dia, yang akan menjadi perhatian dari pihaknya.
"Ketika mereka mengungkapkan pendapat ketika mereka mengkritik pemerintah justru mereka sering dihadapi dengan kekerasan, dihadapi dengan kebrutalan dan bahkan gas air mata," demikian Anies.
Diketahui, format debat capres-cawapres akan berlangsung selama 150 menit. Khusus 120 menit waktu debat akan terbagi kedalam enam segmen.
Adapun keenam segmen tersebut yakni, pertama pembukaan, pembacaan tata tertib, penyampaian visi misi (dan) program kerja masing-masing pasangan capres-cawapres.
Segmen kedua dan ketiga merupakan pendalaman visi misi dan program kerja. Pada segmen ini akan ada pertanyaan dan interaksi di antara palson dan paslon lain.
Segmen keempat dan kelima, yakni tanya jawab dan tanggapan. Pada segmen ini akan ada proses interaksi tanggapan lontaran pertanyaan dari paslon dan direspons oleh paslon lain.
Keyword : Debat capres KPU Anies Baswedan penegakan hukum kekerasan