PW Muslimat NU Jakarta Ajak Pemilu 2024 Damai Tanpa Hoax dan Ujaran Kebencian

Kamis, 30/11/2023 20:44 WIB

Jakarta, Jurnas.com- Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) DKI Jakarta menyerukan Pemilu 2024 berjalan aman, damai dan tanpa penyebaran berita bohong (hoax) serta ujaran kebencian. Saat ini tahapan Pemilu 2024 memasuki masa kampanye para calon presiden dan calon wakil presiden, termasuk calon anggota legislatif.

“Semua pihak berharap pemilu ini berjalan dengan lancar, aman, damai, tertib, dan sesuai dengan undang-undang. Karena Pemilu adalah instrumen sekaligus wujud nyata dari demokrasi di Indonesia,” ujar Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj. Hizbiyah Rochim, MA di Jakarta, Kamis, 30 November 2023.

Hizbiyah menegakan, Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI adalah pilar-pilar kehidupan berbangsa dan bernegara masyarakat Indonesia yang sudah final. Sementara tantangan masyarakat Indonesia ke depan adalah mewujudkan kehidupan berbangsa dan bernegara dalam demokrasi demi terwujudnya cita- cita nasional, yaitu masyarakat adil, makmur, cerdas dan disegani negara lainnya.

“Untuk merealisasikan cita-cita tersebut kita butuh pemimpin nasional yang berintegritas, bertanggung jawab, cakap, dan transparan menjalankan pemerintahan, serta didukung sepenuhnya oleh rakyat,” tandasnya.

“Karenanya pelaksanaan pemilu yang patut mendapat perhatian adalah netralitas dari semua aparatur negara, baik anggota TNI, Polri, hingga seluruh yang terlibat,” imbuhnya.

Hizbiyah memaparkan, sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama, Muslimat NU DKI Jakarta bersikap netral dalam pemilu, serta merumuskan pernyataan sikap tentang Pemilu 2024. Apalagi berdasarkan data Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI bahwa wilayah DKI Jakarta masuk dalam urutan pertama daerah rawan Pemilu.

“Maka seluruh anggota Muslimat NU DKI Jakarta harus ikut mendukung Pemilu yang aman, tertib, damai, berintegritas, tanpa hoaks, ujaran kebencian, politisasi SARA dan politik uang,” tandasnya.

TERKINI
Lima Air Rebusan yang Ampuh Hancurkan Lemak Perut Ini Hobi yang Sangat Dilarang dalam Agama Islam, Apa Saja? Tiga Gunung Paling Angker di Jawa, Tidak Cocok untuk Anda yang Penakut Alasan 19 April Ditetapkan Sebagai Hari Hansip Nasional, Ini Sejarahnya