DPR Kutuk Penyerangan RS Indonesia di Gaza Oleh Tentara Israel

Rabu, 22/11/2023 20:16 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengutuk penyerangan Rumah Sakit Indonesia di Gaza oleh Teroris Zionis Israel yang telah menewaskan petugas medis, pasien, anak-anak, perempuan dan para pengungsi yang berlindung di dalam RS Indonesia.

Terlebih saat ini, jumlah korban tewas di Gaza akibat dari kekejaman Israel sudah lebih dari 13 ribu orang, sebagian besar dari mereka yang gugur merupakan bayi, anak-anak, dan perempuan.

"Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI mengutuk keras tindakan biadab Zionis Israel dan semua pihak yang telah membumihanguskan Gaza, menghancurkan RS, Gereja, Masjid, semua fasilitas penyangga kehidupan di Gaza, Biadab!" Kata Abdul, dalam keterangan persnya, Rabu (22/11).

Sama seperti rumah sakit lainnya di Gaza, Rumah Sakit Indonesia yang didirikan pada 2016 dengan pendanaan dari organisasi-organisasi Indonesia, telah berhenti beroperasi karena kurangnya bahan bakar, obat-obatan, air bersih, dan perlengkapan medis lainnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza Ashraf Al-Qidra, mengatakan sekitar 700 orang, termasuk dari tim medis dan korban luka, berada dalam RS tersebut.

Oleh karena itu, Abdul meminta pemerintah RI bersama dengan negara-negara lainnya yang tergabung dalam OKI untuk menggalang dukungan Dewan Keamanan PBB agar gencatan senjata dapat segera dilakukan dan bantuan kemanusiaan dapat juga dilakukan tanpa hambatan.

“Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB harus mendorong resolusi tegas PBB untuk menghentikan segala pelanggaran HAM yang sedang berlangsung terhadap Palestina, jelas sekali serangan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum humaniter internasional,” tegasnya.

 

TERKINI
Ini Alasan Hari Kartini Selalu Identik dengan Kebaya Selain Kartini, Ini 4 Perempuan Pejuang Pendidikan di Indonesia Peringatan Hari Kartini Setiap 21 April: Ini Sejarah hingga Tujuannya 21 April 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini