Selasa, 31/10/2023 02:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kemacetan di Jakarta dinilai timbulkan kerugian hingga Rp100 triliun per tahun.
Budi Karya pun mengimbau kepada seluruh pihak atau pemerintah daerah untuk menginisiasi adanya transportasi massal yang handal di setiap provinsi.
Pasalnya dengan adanya transportasi massal yang baik akan menekan kerugian akibat dari kemacetan. Selain itu juga dapat menekan polusi udara.
"Oleh karenanya saya mengimbau supaya semua stakeholder atau provinsi yang lain pusatkan pikiran bagaimana mengimprov angkutan massal itu menjadi eksis," kata Budi Karya saat ditemui di Jakarta Internasional Velodrome, Senin (30/10/2023).
Perayaan PSG Juara di Paris Berubah Menjadi Kericuhan
3 Cara Sederhana Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat
Legislator Golkar: Pancasila Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafal
"Artinya kita mengurangi jumlah kendaraan pribadi, kurangi kemacetan, polusi dan mengurangi kerugian yang untuk Jakarta itu satu tahun Rp100 triliun," tekan Budi Karya.
Adapun hari ini, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai resmi dimulai. Budi Karya mengapresiasi langkah pemerintah DKI Jakarta yang menginisiasi adanya angkutan massal di DKI Jakarta.
Dirinya meminta agar proyek ini dikawal dengan baik sehingga nantinya akan bermanfaat bagi masyarakat.
Keyword : Kemacetan Budi Karya Sumadi