BWA Salurkan Air Bersih Tahap Dua di Pandeglang Selatan

Rabu, 25/10/2023 07:59 WIB

PANDEGLANG - Masyarakat pesisir barat Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten,  merasakan sekali dampak kemarau panjang. Sawah kering-kerontang. Tidak bisa ditanami padi. Untuk menyambung hidup, banyak dari  petani beralih profesi menjadi buruh kasar di kota.

Paling mencemaskan adalah berkurangnya debit air tanah yang selama ini menjadi sumber air besih mereka.  Sumur-sumur mengering.

Bagi masyarakat yang tinggalnya tak jauh dari bibir pantai, sumur mereka memang masih berair,  akan tetapi  rasa yang sangat payau. Tak layak untuk dikonsumsi.

Untuk mendapatkan air bersih mereka harus menempuh perjalanan jauh ke sumur-sumur galian yang lokasinya ada di pematang sawah atupun ladang, namun bagi meraka yang memiliki kelebihan materi biasanya akan membeli air dari depot pengisian air kemasan isi ulang.

Banyak dari mereka yang mengharapkan adanya suplai air bersih yang mereka terima secara cuma-cuma, guna memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari.

Badan Wakaf Al-Quran (BWA) kembali melaksanakan bhakti sosial melalui program “Sedekah Kemanusiaan”, yaitu menyediakan air bersih untuk masyarakat. Tahap pertama berlangsung akhir September 2023.

“Tim BWA mensuplai air bersih yang dibawa dengan truk tangki air berkapasitas 6.000 liter. Wilayah yang terjangkau meliputi  empat kampung yang ada di tiga kecamatan. Yakni  Kecamatan Patia, Cikeusik, dan Panimbang,” kata Kordinator program Sedekah Kemanusiaan Novi Wahyudi, Rabu (25/10/2023).

Dari hasil penyaluran bantuan air bersih di tahap awal, lanjut Wahyudi,  tim mendapati masih cukup banyak wilayah-wilayah di sekitar pesisir barat Pandeglang yang masih membutuhkan bantuan air bersih. 

“Kemudian kami menyalurkan tahap ke dua pada akhir Oktober 2023, meliputi  delapan kampung yang ada di lima kecamatan, yaitu keacamatan  Pagelaran, Sukaresmi, Sobang, Picung, dan Patia,” lanjut Wahyudi. 

Seperti penyaluran di tahap pertama, tambah Wahyudi, pada penyaluran yang kedua ini juga mendatangkan truk tangka air berkapasitas 6.000 liter dan bak penampung sementara yang terbuat dari terpal berukuran 6mx4m. Kami memilih menggunakan bak sementara agar proses pemindahan air dari truk tangki lebih cepat dan masyarakat dapat dengan mudah mengisi air di setiap wadah yang mereka bawa.

Salah satu warga di desa Kubangkampil mewakili warganya menyapaikan rasa syukur atas apa yang saat ini ia rasakan.

“Saat ini warga kami sangat membutuhkan air bersih karena beberapa bulan dan hampir ingin satu tahun kami mengalami kemarau panjang. Kami sangat mengapresiasi dari tim BWA yang sudah menyalurkan air ke kampung kami, mudah-mudahan hal serupa bisa kembali dilakukan di kampung-kampung lain yang ada di desa Kubangkampil ini,” ujar Nurlina Wati, warga Desa Kubangkampil tepatnya, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang

Hal senada juga disampaikan salah satu warga yang berbeda kecamatan dari lokasi sebelumnya, ia sangat senang atas kedatangan tim BWA dengan membawa truk tangki air bersih yang nanti akan disalurkan kepada warga.

“Masyarakat di kampung Buraluk sebelum mendapatkan bantuan air bersih, Masyarakat mengambial air di Sungai-sungai yang airnya keruh karena kemarau panjang. Alhamdulillah setelah datangnya air bersih dari BWA, Masyarakat disini sangat senang dan merasa terpenuhi kebutuhan air bersihnya,” ucap Juni Jaharudin, warga kampung Baraluk, Desa Cimoyan, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.

Meski disebagian wilayah Kabupaten Pandeglang sudah ada yang terguyur air hujan, terutama di kota Pandeglang. Namun, hujan yang sama belum sampai mengguyur di wilayah pesisir barat Pandeglang atau Pandeglang selatan, sekalipun hujan intensitasnya tidak lama dan belum mampu untuk menaikan debit air tanah.

TERKINI
TKA di PKBM Jawab Tantangan Fleksibilitas Belajar Erdogan Ingin Paksa AS dan Iran Kembali ke Meja Perundingan Iran Ancam Tutup Laut Merah jika AS Teruskan Blokade Pelabuhan IFP Bantu Siswa Lebih Siap Hadapi TKA