Selasa, 24/10/2023 19:02 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Generasi milenial adalah faktor penentu hasil Pemilu di tahun 2024 mendatang. Hal itu lantaran milenial merupakan kategori usia paling besar sebagai pemilih di kontestasi Pemilu.
“Milenial memiliki preferensi lebih untuk berpartisipasi di dalam Pemilu,” ujar Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem, Willy Aditya dalam acara Dialektika Demokrasi bertema ‘Membedah Partisipasi Milenial Dalam Pemilu 2024’ di Gedung Nusantara III, Senayan, DPR RI, Jakarta, Selasa (24/10).
Menurut dia, sangat banyak perhatian yang dimiliki generasi milenial terhadap isu-isu yang sedang terjadi di Indonesia saat ini. Sehingga, dirinya merasa bahwa Pemilu ke depan merupakan tantangan untuk menjawab keinginan generasi ini yang menginginkan perubahan.
“Jangan hanya memandang mereka sebagai angka-angka yang memenuhi TPS-TPS. Jangan. Mari bersama-sama entah itu partai politik, entah itu kandidat capres-cawapres, entah itu media, entah itu platform-platform, secara bersama-sama kita untuk kemudian membuat ruang-ruang menyusun agenda bersama,” terang Willy.
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
Legislator Dapil Jawa Timur XI ini juga memandang partisipasi anak muda saat ini telah lebih aktif alias tidak lagi apatis. Hal ini terlihat dari beberapa petisi yang dibuat oleh anak muda, contohnya seperti petisi soal korban kekerasan seksual.
“Jadi kalau ada sesuatu petisi ada misalnya korban kekerasan seksual, mereka kirim petisi rame-rame gitu, itu bentuk involvement politik mereka. Mungkin ekspresinya yang kemudian harus kita buat ruang seluas dan lebar mungkin,” pungkasnya.