Kamis, 05/10/2023 18:25 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bertemu dengan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep. Dalam pertemuan tersebut, Puan menegaskan PDIP terbuka dengan PSI dan kedua partai sepakat untuk menyambut Pemilu 2024 secara damai.
Pertemuan Puan dan Kaesang digelar di sebuah kafe di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/10). Pada pertemuan itu, Puan didampingi oleh Wasekjen PDIP Utut Adianto, Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPD Taruna Merah Putih (TMP) DKI Jakarta Charles Honoris, Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) PDIP Hendrar Prihadi, dan beberapa jajaran PDIP lainnya.
Sedangkan Kaesang didampingi Wakil Dewan Pembina PSI Grace Natalie, Anggota Dewan Pembina Giring Ganesha dan Isyana Bagoes Oka, serta Sekjen PSI Raja Juli Antoni.
Pertemuan santai Puan dan Kaesang dibalut dalam suasana kekeluargaan. Bahkan keduanya berbincang sambil menyeruput kopi dan menikmati camilan pisang goreng.
Ketua DPR: Layanan Infrastruktur Pendidikan yang Merata Hak Dasar Anak
Ketua DPR Minta Antisipasi Dini Ancaman Kekeringan dan Cuaca Ekstrem
Penangkapan The Doctor Bukti Keseriusan Polri Berantas Narkoba
“Alhamdulillah baru saja selesai ngobrol-ngobrol santai sama Mas Kaesang atau Dek Ketum PSI yang baru. Bisa saya sampaikan bahwa pertemuan dengan Mas kaesang ini sebetulnya kan ini pertemuan formal, yang dilakukan secara informal,” kata Puan.
“Tadinya kita cuma mau makan-makan pisang goreng, minum-minum kopi sambil nyantai antara kakak sama adiknya,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.
Puan pun mengungkap, pertemuannya dengan Kaesang menyepakati bahwa PDIP dan PSI sama-sama ingin menghadirkan situasi politik yang kondusif dan damai di tahun politik ini. Ia mengatakan, Pemilu harus berada dalam suasana gembira.
“Kita akan sama-sama menjaga situasi kondusif, situasi damai. Jangan sampai kemudian terjadi friksi atau ketikdaknyamanan dalam menyambut pesta demokrasi ke depan,” ungkap Puan.
Mantan Menko PMK ini pun menegaskan hubungannya dengan Kaesang selama ini terjalin dengan hangat. Puan juga mengungkap, pertemuan antara jajaran PDIP dan PSI adalah bagian dari politik yang bersahabat.
“Biar apa pun ini (Kaesang) adik saya, walaupun yang satu ketua umum, yang satu Ketua DPR tapi memang hubungan kami itu kan seperti kakak adik. Jadi yang tadinya mau ngobrol santai 2 orang kakak dan adiknya, namun tentu saja diselingi dengan pembicaraan serius terkait dengan isu-isu terkini dan politik ke depan,” paparnya.
“Pertemuan ini kami berusaha untuk bisa saling membuka diri, menceritakan atau menyampaikan hal-hal apa yang bisa disampaikan oleh mas kaesang di PSI, juga bagaimana juga situasi kebatinan PDIP selama ini,” imbuh Puan.
Dalam kesempatan tersebut, Kaesang secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada Puan atas sikap sejumlah elite PSI yang kerap mem-bully PDIP. Puan menyambut baik hal tersebut dan sepakat dengan Kaesang bahwa diperlukan rasa saling menghargai antar-partai politik.
“Ya saya sangat berterima kasih dengan semangat yang tadi disampaikan Mas Kaesang bahwa kita akan membangun Indonesia itu dengan politik etika yang santun, kemudian beretika, saling menghargai, menghormati,” ujarnya.
“Boleh beda kepentingan, boleh beda kebijakan namun kita tetap harus mempunyai satu kesamaan cita-cita, semangat untuk membangun bangsa dan negara. Itu yang harus kita sama-sama perbaiki, bukan bicara personal, bukan bicara satu hal yang kemudian tidak menghargai dan menghormati,” sambung Puan.
Lebih lanjut, pertemuan Kaesang dan Puan pun disebut sebagai bukti bahwa PDIP sebenarnya terbuka dengan PSI. Bahwa jika ada perbedaan pendapat antara PDIP dan PSI, menurut Puan, itu hanya-lah karena masalah teknis belaka.
“Cuma masalah teknis komunikasi yang belum nyambung, Alhamdulillah hari ini kita nyambung, ya mas ya. Udah nyambung, jadi kesalahpahaman ataupun kemudian missed komunikasi yang mungkin pernah terjadi janngan sampai terulang dan terjadi lagi,” ungkapnya.
“Jadi sekarang kakak-adik ini sudah bertemu, berjumpa. Ya InsyaAllah kita bisa sama-sama membangun bangsa dan negara ini,” tambah Puan.
Puan pun menegaskan, pertemuan ini bukanlah pertemuan terakhir antara PDIP dengan PSI.
“Ini ini bukan komunikasi yang terakhir atau komunikasi awal, tapi komunikasi yang lebih intensif akan kami lakukan,” sebutnya.
Terkait kemungkinan koalisi di Pilpres 2024, Puan mengatakan PDIP dan PSI masih akan melakukan penjajakan lebih lanjut. Ia juga menegaskan, PDIP tidak akan memaksa agar Kaesang membawa PSI untuk mendukung Capres PDIP, Ganjar Pranowo.
“Nggak saling menggoda kita, kita saling memahami. Nggak perlu digoda, Mas Kaesang sudah tahu harus melakukan apa yang terbaik,” tegas Puan.
Puan mengatakan, PDIP akan menghormati keputusan PSI. Sekalipun nantinya PSI tidak memiliki kesamaan dalam hal dukungan capres, Puan memastiskan PDIP akan tetap menghormati keputusan PSI karena setiap partai memiliki strateginya masing-masing dalam memenangkan Pileg dan Pilpres.
“Apa yang akan diputuskan itu merupakan satu hal yang menjadi keputusan politik yang harus kita sama-sama hargai dan hormati. Namun kan ini belum ada keputusannya jadi saya nggak mau berandai-andai juga,” terangnya.
“Yang pasti yang kami bisa sepakati InsyaAllah di hari ini adalah ya apapun yang akan kami lakukan walaupun berbeda pilihan kita akan siap bertanding namun juga harus siap bersanding setelah pemilu yang akan datang untuk membangun Indonesia ke depan lebih baik dan lebih maju,” lanjut Puan.
Keyword : Ketua DPR Puan Maharani Kaesang Pangarep Ketum PSI