UEFA dan Eks Pejabat Saling Tuding Soal Kericuhan Final UCL

Selasa, 26/09/2023 16:01 WIB

Brussels, Jurnas.com - UEFA dan mantan pejabat saling tuding terkait bukti selama penyelidikan independen kericuhan final Liga Champions (UCL) 2022, yang saat itu mempertemukan Real Madrid vs Liverpool.

Sebelum laga yang berlangsung di Stade de France, ribuan suporter mengalami antrean panjang, bentrok dengan preman setempat, dan pengawasan yang tidak efektif.

Tuduhan itu dilontarkan oleh Sharon Burkhalter-Lau, yang menduduki posisi kedua pada pertandingan tersebut dan menjabat sebagai direktur operasi UEFA pada saat itu.

Menurut laporan The Guardian yang dikutip Goal pada Selasa (26/9), Burkhalter-Lau menolak bukti tersebut. Dia malah mengklaim bahwa masalah berasal dari kepolisian Paris, yang tidak dapat dikendalikan oleh UEFA.

Burkhalter-Lau juga menuduh Pavlica, teman dekat Presiden UEFA Aleksander Ceferin, dan timnya karena melewatkan banyak pengarahan keselamatan dan gagal memberikan informasi penting dan konteks untuk proses perencanaan.

Sayangnya, UEFA malah menyalahkan Burkhalter-Lau karena kewenangannya saat itu membuat unit keselamatan terpinggirkan.

"Klaim bahwa peristiwa UEFA, manajemen senior meminggirkan unit keamanan UEFA didasarkan pada pernyataan yang diberikan oleh UEFA yang tidak benar dan terpadu," ujar dia.

TERKINI
Mendes Sosialisasikan Program Magang di Jepang saat Dialog dengan Siswa NTB Rudianto Lallo Sabet KWP Award 2026, Legislator Muda Humanis dan Responsif Komut Pertamina Kunjungi FT Padalarang, Pastikan Distribusi Energi Optimal Dukung Gaya Hidup Aktif, Thrombovoren Emulgel Diluncurkan