Sabtu, 23/09/2023 01:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Hipotensi atau tekanan darah rendah terjadi saat tekanan darah jauh lebih rendah dari normal.
Kendati demikian, saat darah mengalir melalui arteri, darah memberikan tekanan pada dinding arteri.
Tekanan itulah yang menjadi patokan ukuran kekuatan aliran darah alias tekanan darah.
Selain itu, rendahnya tekanan darah bisa menghambat aliran darah ke otak dan organ vital lainnya seperti ginjal.
Berbagai Makanan Tinggi Serat yang Baik untuk Kesehatan Pencernaan
8 Jenis Makanan yang Bisa Mempercepat Osteoporosis
Konsumsi Makanan Ultraproses Bisa Merusak Kualitas Otot Secara Perlahan
Dan tekanan darah umumnya menurun setelah mengonsumsi makanan. Sebab, sebagian besar pasokan darah akan mengalir ke saluran pencernaan untuk mencerna dan menyerap makanan.
Mengonsumsi jenis makanan tertentu dapat membantu meningkatkan tekanan darah.
Kamu perlu memantau gejala dan ukur tekanan darah secara teratur untuk melihat jenis asupan apa yang berhasil meningkatkan tekanan darah kamu.
Berikut jenis makanan dan minuman yang dianjurkan untuk pengidap hipotensi:
- Perbanyak asupan cairan untuk mencegah dehidrasi.
- Pilih makanan tinggi vitamin B-12. Contoh makanan tinggi B-12 termasuk telur, sereal yang diperkaya, daging hewan, dan ragi nutrisi.
- Konsumsi makanan akan kaya folat termasuk asparagus, kacang-kacangan, lentil, buah jeruk, sayuran hijau, telur, dan hati.
- Makanan asin dapat meningkatkan tekanan darah. Cobalah makan sup kalengan, ikan asap, keju cottage, acar, dan buah zaitun.
- Kopi dan teh berkafein dapat meningkatkan tekanan darah dengan merangsang sistem kardiovaskular dan meningkatkan detak jantung.