Eks Pelatih PSG Bantah Tudingan Rasisme dan Islamofobia

Senin, 18/09/2023 17:18 WIB

Paris, Jurnas.com - Mantan pelatih Paris Saint-Germain (PSG), Christophe Galtier membantah tuduhan rasisme dan Islamofobia yang dialamatkan kepadanya, ketika masih melatih Nice beberapa tahun lalu.

Tuduhan ini berawal dari pembocoran surat elektronik (surel) Direktur Olahraga Nice, Julien Fournier, yang menulis surel itu untuk melindungi dirinya sendiri. Penyelidikan sedang dilakukan.

Pada Juni lalu, Galtier bersama putranya, John Valovic ditahan ketika dakwaan terhadapnya diresmikan. Dia dijadwalkan hadir di persidangan untuk menghadapi ancaman hukuman tiga tahun penjara.

Namun Galtier selalu bersikukuh bahwa dirinya tidak bersalah dan terus bersuara menentang tuduhan yang dianggapnya tidak tepat sasaran.

Dia juga membantah pernah meminta pemain di bukunya untuk tidak menjalankan puasa Ramadan yang merupakan bagian dari budaya Muslim.

"Itu salah, sepenuhnya salah. Orang-orang di sepak bola mengenal saya, para pemain mengenal saya, para manajer mengenal saya, namun tentu saja dalam urusan seperti ini, kami memegang satu kalimat dan kami tidak mempertahankan semua orang yang telah mendukung saya," kata Galtier dikutip dari Goal pada Senin (18/9).

"Pada bulan Ramadan dan periode Ramadan, saya sebagai seorang manajer, hanya mempunyai satu obsesi yaitu kesehatan para pemain saya dan kinerja tim saya, titik," tegas dia.

"Para pemain saya mengelola Ramadhan sesuai keinginan mereka. Mereka semua bermain. Kita bisa menganalisis, menilai, dan mengkritik cara saya membuat tim bermain, bahwa saya disebut pelatih defensif, tapi saya tidak terima disebut rasis. Saya tidak bisa menerimanya. Saya kebalikan dari itu," tutup dia.

TERKINI
Hukum Mencuri karena Kelaparan, Apakah Diperbolehkan dalam Islam? Komisi X: Pendidikan Tinggi Hak Seluruh Warga, Bukan Privilese Luis Enrique Puji Mentalitas PSG Usai Lolos ke Semifinal Liga Champions Baleg DPR Soroti Tumpang Tindih Kewenangan Audit Kerugian Negara