Rabu, 13/09/2023 22:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Bank Indonesia (BI) terus menggenjot pertumbuhan kredit dan pembiayaan Indonesia. Salah satunya dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM).
Untuk itu, tahun ini Bank Indonesia bakal menaikkan insentif tersebut menjadi 4% mulai 1 Oktober 2023 mendatang.
"Jadi, totalnya insentif KLM ini kira-kira mencapai Rp156 triliun untuk mendorong perekonomian Indonesia," ujar Deputi Gubernur BI Juda Agung di Jakarta, Rabu (13/9/2023).
Kebijakan insentif ini juga ditujukan untuk menguatkan stimulus kredit perbankan, sehingga keberadaan KLM ini diharapkan bisa memberikan daya ungkit terhadap pertumbuhan ekonomi RI sembari menjaga momentum pemulihan ekonomi.
Konsumsi Garam Berlebih Diduga Percepat Penurunan Daya Ingat pada Pria
Meski IHSG Menguat, Lima Saham Ini Terkoreksi
Lima Saham Topang Penguatan Bursa Pekan ini
"Penyaluran kredit ini diberikan terhadap sejumlah sektor prioritas, seperti hilirisasi minerba dan non minerba yang mencakup pertanian, perikanan, peternakan, perumahan, pariwisata, dan pembiayaan inklusif termasuk UMKM dan ultra mikro serta green financing," ungkap Juda.
Juda menyebut, sektor-sektor ini diprioritaskan salah satunya demi menjaga dan membangun ketahanan pangan nasional. Selain itu, dari sektor-sektor tersebut, masih ada sejumlah sektor yang masih memerlukan bantuan untuk pulih dari dampak pandemi lalu.
"Ini juga mendukung pembiayaan inklusif dan hijau, khususnya untuk UMKM, ultra mikro, dan sektor terkait lingkungan lainnya," tambah Juda.
BI berharap dengan adanya kenaikan insentif ini, sumber-sumber pertumbuhan ekonomi domestik bisa menjadi lebih kuat. "Terlebih dalam menghadapi sejumlah tantangan global seperti pelemahan ekonomi dan tingginya inflasi global," tandasnya.
Keyword : Bank Indonesia Insentif Likuiditas