Banjir di Libya, 2.000 Orang Tewas Ribuan Hilang

Selasa, 12/09/2023 14:15 WIB

Benghazi, Jurnas.com - Bencana banjir di Kota Derna, Libya timur mengakibatkan 2.000 orang tewas sementara itu ribuan lainnya masih dinyatakan hilang, menurut keterangan pemerintah pada Selasa (12/9).

Juru bicara Tentara Nasional Libya (LNA), Ahmed Mismari, banjir bandang terjadi usai bendungan di atas Kota Derna runtuh, sebelum akhirnya menyapu seluruh kawasan dan penduduk ke arah laut.

Dikutip dari Reuters, Mismari memperkirakan bahwa jumlah orang hilang yang masuk dalam data pemerintah saat ini, mencapai 5.000-6.000 orang.

Pada Senin (11/9) kemarin, lembaga filantropi Bulan Sabit Merah mengumumkan bahwa jumlah korban tewas di Derna mencapai 150 orang, jumlah juga diperkirakan bakal naik hingga 250 orang.

Libya secara politik terbagi antara timur dan barat. Layanan publik hancur sejak pemberontakan yang didukung NATO pada 2011, yang memicu konflik bertahun-tahun. Pemerintahan yang diakui secara internasional di Tripoli tidak menguasai wilayah timur.

Di Tripoli, Dewan Kepresidenan yang beranggotakan tiga orang dan berfungsi sebagai kepala negara di negara yang terpecah belah tersebut meminta bantuan komunitas internasional.

"Kami menyerukan negara-negara persaudaraan dan sahabat serta organisasi internasional untuk memberikan bantuan," terang dia.

Diketahui, setelah menghantam Yunani pekan lalu, Badai Daniel menyapu Mediterania pada Minggu pekan lalu, membanjiri jalan-jalan dan menghancurkan bangunan-bangunan di Derna, dan menghantam permukiman lain di sepanjang pantai, termasuk Benghazi, kota terbesar kedua di Libya.

Dalam video yang beredar, arus deras yang mengalir melalui pusat Kota Derna tertahan oleh saluran air yang jauh lebih sempit. Bangunan-bangunan yang hancur tampak berada di kedua sisi.

TERKINI
Ngenes! 5 Pemain Bintang Ini Belum Pernah Juara Piala Dunia Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah? Hari Sepeda Sedunia Setiap 3 Juni, Ini Sejarah hingga Tujuannya Ini Asal Usul Penamaan Kota Bogor yang Jarang Diketahui