Indonesia - Australia "Damai" Soal Perseteruan Militer

Minggu, 26/02/2017 19:07 WIB

Sydney - Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Australia, dirangkaikan memulihkan hubungan militer kedua negara yang sempat renggang, setelah Indonesia menunda kerja sama militer dengan Australia terkait materi pengajaran yang menghina Pancasila.

Dilansir BBC,  pemulihan itu diutarakan Perdana Menteri Australia, Malcolm Turnbull. "Presiden Widodo dan saya sepakat memulihkan secara penuh kerja sama pertahanan, kegiatan pelatihan, dan pertukaran," kata Turnbull dalam jumpa pers di Sydney.

Sementara itu, Presiden Jokowi menyakinkan hubungan lainnya, yaitu pada sektor kesepakatan perdagangan bebas yang akan dirampungan tahun ini.

"Saya telah membicarakan beberapa isu prioritas dengan Perdana Menteri Turnbull. Pertama adalah pencabutan rintangan perdagangan, baik dalam wujud tarif maupun non-tarif untuk produk-produk Indonesia seperti kertas Indonesia dan minyak sawit," kata Jokowi.

Soal hubungan militer, TNI pernah  membekukan semua kerja sama pertahanan dengan Australia pada Desember 2016 lalu. Pembekuan dipicu oleh insiden ketika instruktur pasukan komando Indonesia, Kopassus, sedang mengajar para personel pasukan komando Australia (Special Air Service).

Salah seorang instruktur Kopassus merasa ada salah satu unsur yang dipajang di fasilitas tersebut, yang menghina Indonesia. Belakangan, Jenderal Gatot Nurmantyo mengatakan unsur yang menghina itu antara lain "catatan tentara Indonesia di masa lalu, Timor Timur, kemerdekaan Papua dan Pancasila."

TERKINI
Delegasi Dunia Kagumi Kearifan Lokal di Lapas Bangli dan Bapas Karangasem 10 Ucapan Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika 2026 yang Penuh Makna 71 Tahun Konferensi Asia Afrika: Warisan Bandung di Tengah Dunia Bergejolak "Super-Venus", Planet Baru Enaiposha yang Bikin Ilmuwan Bingung