Kamis, 07/09/2023 22:31 WIB
Beijing, Jurnas.com - Sekelompok ilmuwan China berhasil menumbulkan ginjal yang mengandung sel manusia dalam embrio babi. Penemuan ini pertama kali di dunia, dan menjadi sinyal positif dalam mengatasi kekurangan donasi organ vital tersebut.
Namun, temuan yang diterbitkan dalam jurnal Cell Stem Cell pada Kamis (7/9) itu menimbulkan masalah etika. Pasalnya, sejumlah sel manusia juga ikut ditemukan di otak babi yang menjadi kelinci percobaan.
Para peneliti dari Institut Biomedis dan Kesehatan Guangzhou berfokus pada ginjal, dengan alasan ginjal merupakan organ yang paling ditransplantasikan dalam pengobatan manusia.
"Pendekatan kami meningkatkan integrasi sel manusia ke dalam jaringan penerima dan memungkinkan kami menumbuhkan organ manusia pada babi," kata peneliti senior Liangxue Lai dikutip dari AFP pada Kamis (7/9).
Monopoli Hotel, China Sanksi Grup Trip.com Rp13,7 Triliun
Trump Yakin Rusia dan China Tak Pasok Senjata untuk Iran
Pelibatan Aparat dalam Pengawasan Pajak Jangan Sampai Timbulkan Rasa Takut
Diketahui, penemuan ini adalah pendekatan yang berbeda dengan terobosan besar baru-baru ini di Amerika Serikat. Sebelumnya, ginjal babi dan jantung babi yang dimodifikasi secara genetik ditempatkan di dalam tubuh manusia.
"Penelitian ini menjelaskan langkah-langkah perintis dalam pendekatan baru terhadap bioteknologi organ dengan menggunakan babi sebagai inkubator untuk menumbuhkan dan mengolah organ manusia," terang Guru Besar King`s College London, Dusko Ilic.
Ilic memperingatkan akan ada banyak tantangan untuk mengubah eksperimen ini menjadi solusi yang layak. "Meskipun demikian, strategi menarik ini memerlukan eksplorasi lebih lanjut," tutup dia.
Keyword : Ginjal Manusia Babi Studi Ilmiah China