Senin, 04/09/2023 18:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini menilai langkah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mencabut dukungan terhadap Anies Baswedan merupakan reaksi atau sikap kaget atas cepatnya perubahan yang terjadi.
"Bisa saja kemarin pak SBY mengatakan `saya cabut`, karena lagi agak kaget gitu, begitu cepat perubahan," kata Jazuli kepada wartawan, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/9).
Anggota Komisi I DPR RI ini katakan, keputusan mencabut dukungan tersebut dilakukan Demokrat karena belum adanya titik temu di tengah dinamika politik yang ada. Namun ia berharap Demokrat tak keluar dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP).
Raih KWP Award 2026, Amelia Komit Jaga Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Sekjen Demokrat Respon RUU Pemilu: Waktu Masih Panjang
Sarmuji Sabet Penghargaan Legislator Responsif Terhadap Aspirasi Publik
"Tapi mungkin saja setelah renungan lagi namanya orang kan, kan bagus juga kalau akhirnya Demokrat gabung lagi sama koalisi ini," ungkapnya.
Di sisi lain, Jazuli tidak setuju jika ada anggota partai yang saling lapor hanya karena berbeda pandangan. Menurut dia, setiap partai politik harus dapat memberikan pembelajaran politik yang baik terhadap publik.
"Saya sih masih tetap berharap meskipun Pak SBY sudah mengatakan, atau Demokrat sudah mengatakan cabut, saya masih berharap mudah-mudahan ke depan ada perenungan ulang bisa gabung dengan koalisi ini, ya kan," demikian Jazuli menambahkan.
Keyword : Warta DPR Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini Demokrat SBY koalisi