Rabu, 30/08/2023 15:33 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) mengatakan, perubahan iklim kemungkinan akan memperburuk konflik di negara-negara rapuh dan dilanda perang, yang mengakibatkan tingkat kematian lebih tinggi dan penurunan PDB secara signifikan.
Bank Dunia setiap tahun merevisi daftar negara yang digolongkan sebagai negara rapuh dan terkena dampak konflik, yang saat ini terdapat 39 negara, dan 21 negara berada di Afrika. Laporan pada Rabu (30/8) mencakup 61 negara yang masuk dalam daftar tersebut sejak tahun 2006.
Laporan tersebut menemukan bahwa guncangan iklim tidak menyebabkan konflik, tatapi memperburuk kerusuhan yang sudah ada dan memperburuk kerentanan mendasar lainnya, seperti kelaparan dan kemiskinan.
Kematian akibat konflik dapat meningkat hampir 10 persen di negara-negara rentan pada tahun 2060, kata IMF, seraya menambahkan bahwa perubahan iklim juga dapat menyebabkan tambahan 50 juta orang di negara-negara rentan mengalami kelaparan pada tahun 2060.
Pemanasan Global Disebut 5.000 Kali Lebih Cepat dari Evolusi Padi
Kebakaran Hutan Kini Aktif Sepanjang Malam, Studi Ungkap Penyebab-Dampaknya
Ilmuwan Temukan Tanaman Terus Naik ke Puncak Himalaya, Ini Penyebabnya
Meskipun bukti perubahan iklim semakin meningkat setelah suhu mencapai rekor tertinggi di seluruh dunia dalam beberapa bulan terakhir, kemauan politik untuk mengambil tindakan telah terkikis oleh lemahnya perekonomian.
Para pemimpin Afrika mengatakan negara-negara kaya harus menyediakan lebih banyak uang untuk membantu mereka beradaptasi terhadap perubahan iklim dan transisi ke energi yang lebih ramah lingkungan, mengingat sebagian besar negara-negara Afrika hanya menghasilkan sedikit emisi yang menyebabkan pemanasan global.
Mereka diperkirakan akan mencoba mencapai posisi negosiasi iklim terpadu pada KTT Iklim Afrika yang berlangsung pada tanggal 4 hingga 6 September, menjelang KTT iklim PBB COP28 di Uni Emirat Arab yang dimulai pada akhir November.
Sumber: Reuters