Cak Imin Terima Kunjungan Pdt. Gilbert Lumoindong, Bahas Agama-Politik

Senin, 21/08/2023 18:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menerima kunjungan tokoh Kristen Indonesia, Pendeta Gilbert Lumoindong di kediaman Cak Imin, Senin (21/8/2023).

Cak Imin mengaku senang dapat bertemu dengan Pendeta Gilbert yang cukup lama malang-melintang di berbagai acara nasional. Terutama berkaitan dengan siraman rohani bagi umat Kristiani.

Pertemuan yang berlangsung sekira 1 jam itu membahas sejumlah hal, termasuk peran agama dalam politik. Menurut Cak Imin, salah satu yang paling rawan adalah menggunakan agama dalam kompetisi politik Indonesia.

"Latarbelakang agama, suku, golongan itu sah-sah saja mewarnai peta politik. Tetapi yang tidak boleh adalah menggunakan SARA untuk menghabisi atau mengalahkan pesaing kita," kata Cak Imin.

"Kalau misalnya saya memilih PKB karena NU itu kan latarbelakang keagamaan saya. Tapi saya tidak mungkin menghabisi atau mengalahkan lawan politik saya bahwa kamu tidak seagama dengan saya," sambung Cak Imin.

Karena itu, Cak Imin mendorong semua pihak untuk kembali menguatkan dan memurnikan agama sesuai fitrah dan hakikat ajarannya dalam politik agar tersemqi kedamaian dan persatuan bangsa.

"Agama harus kembali kita kuatkan murnikan sesuai fitrah dan hakikat ajarannya. Di mana agama itu mengedepankan nilai perdamaian, kemanusiaan dan keadilan. Tentu tidak sah digunakan untuk menghabisi lawan politik," tukas Cak Imin.

Sementara itu, Pendeta Gilbert menaruh harapan besar kepada PKB untuk konsisten menjaga keberagaman, kedamaian, serta keteduhan politik Indonesia. Apalagi menjelang Pemilu 2024.

"Kita banyak menaruh harapan ke Cak Imin, (karena) Republik ini kehilangan orang santai. Semoga pertolongan Tuhan menyertai," kata Pdt. Gilbert.

TERKINI
Panduan Urutan Ibadah Haji dari Awal hingga Akhir KPK Dalami Pertemuan Hilman Latief dan Yaqut Cholil Bahas Kuota Haji Kasus Kanker Kolorektal pada Anak Muda Meningkat, Ilmuwan Ungkap Pemicunya FA Luncurkan Penyelidikan Dugaan Kasus Mata-Mata Southampton