Minggu, 20/08/2023 11:57 WIB
Kelowna, Jurnas.com - Kebakaran hutan yang terjadi di kawasan British Columbia, Kanada, terus berlanjut. Jumlah warga yang dievakuasi kian bertambah, mengingat api belum bisa dipadamkan.
Pada Sabtu (19/8) kemarin, provinsi tersebut mengumumkan keadaan darurat, karena kebakaran hutan hebar menutup beberapa bagian jalan raya utama antara pantai Pasifik dan wilayah lainnya, serta menghancurkan banyak properti.
"Situasi saat ini suram," kata Perdana Menteri Daniel Eby dikutip dari Reuters pada Minggu (20/8). Dia mengatakan 35 ribu orang di bawah perintah evakuasi, dan 30 ribu lainnya di bawah peringatan evakuasi.
Eby mengatakan provinsi itu sangat membutuhkan tempat berlindung bagi para pengungsi dan petugas pemadam kebakaran, dan memerintahkan larangan perjalanan yang tidak penting untuk menyediakan lebih banyak akomodasi sementara.
Studi: Kebakaran Hutan Mempercepat Pencairan Salju-Menguras Pasokan Air
Bencana Iklim Ekstrem Bisa Sering Terjadi Meski Pemanasan Global "Moderat"
Keselamatan Terancam, DPR Desak Perbaikan Sistem Penanganan Karhutla
Pejabat juga mendesak warga untuk menghindari pengoperasian drone di zona kebakaran, dengan mengatakan hal itu dapat menghambat upaya pemadaman kebakaran.
Api berpusat di sekitar Kelowna, sebuah kota sekitar 300 kilometer timur Vancouver, dengan populasi sekitar 150.000. Kebakaran hutan tidak jarang terjadi di Kanada, tetapi kobaran api yang meluas dan gangguan menjadi kendalanya.
Sekitar 140.000 km persegi terbakar, dan pejabat pemerintah memproyeksikan musim kebakaran dapat berlanjut hingga musim gugur karena kondisi kekeringan yang meluas di Kanada.
Keyword : British Columbia Kanada Kebakaran Hutan