Kamis, 17/08/2023 16:49 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, mengajak masyarakat untuk gotong-royong dalam membangun sistem pendidikan di Indonesia.
Hal ini disampaikan dalam pidato HUT ke-78 Republik Indonesia pada Kamis (17/8), di Kantor Kemdikbudristek, Senayan, Jakarta.
Menurut dia, kolaborasi yang dibalut dengan semangat gotong-royong dalam menghadirkan transformasi di dunia pendidikan Indonesia, telah melahirkan banyak perubahan besar.
"Perjuangan kita dalam menggerakkan Merdeka Belajar dalam empat tahun terakhir semakin menunjukkan pentingnya gotong royong dalam menwujudkan kemerdekaan dalam sistem pendidikan Indonesia," tutur Nadiem.
Waka MPR: Mekanisme Perlindungan Perempuan Harus terus Disempurnakan
Profil Nadiem Makarim, Mantan Menteri Pendidikan Tersangka Korupsi Laptop
Asal Usul Balap Karung, Lomba Ikonik 17 Agustus yang Sarat Makna
Nadiem juga mengimbau para pendidik dan orang tua memahami bahwa keberhasilan belajar anak-anak tidak terbatas pada membaca, menulis, dan berhitung, tetapi juga kemampuan literasi dan numerasi, keterampilan berkomunikasi, serta pengamalan karakter nilai-nilai Pancasila dalam keseharian siswa.
"Adanya gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan di mana anak-anak mendapatkan kemerdekaan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan fondasionalnya," imbuh dia.
Implementasi gotong royong juga tercermin dalam Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKSP). Regulasi ini bertujuan agar semua warga sekolah dapat belajar, berkarya, dan bekerja dengan aman dan nyaman.
"Gotong royong semua pihak, mulai dari kementerian, pemerintah daerah, warga satuan pendidikan, sampai keluarga menjadi kunci dari penghapusan segala bentuk kekerasan pada ekosistem pendidikan," jelas dia.